PALANGKARAYA –
**Borneonews - Sampit**, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang terletak di Kalimantan Tengah, telah memulai program penanaman jagung di lahan seluas 390 hektare. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung operasional pabrik pakan ternak yang sedang dibangun di daerah tersebut. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Sepnita, menyatakan, “Kami sangat berterima kasih atas bantuan benih yang berasal dari sumber APBN dan APBD. Benih jagung yang diterima akan disebarkan ke sembilan kecamatan, melibatkan total 57 kelompok tani.” Kecamatan yang mendapatkan fasilitas ini antara lain adalah Telaga Antang dengan alokasi 50 hektare, Parenggean seluas 89 hektare, dan Mentaya Hulu seluas 86 hektare. Selain itu, Cempaga Hulu akan menanam di lahan 48 hektare, Baamang 25 hektare, Seranau 20 hektare, serta Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Utara, dan Mentaya Hilir Selatan masing-masing di lahan 30, 20, dan 22 hektare. Penanaman jagung dilakukan secara bertahap dan hingga saat ini, sekitar 134 hektare atau 34,35 persen dari total target telah ditanami. Sepnita menambahkan, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan pabrik pakan ternak yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, bekerja sama dengan pihak ketiga. Kerja sama ini terkait dengan potensi hasil panen jagung yang direncanakan akan dipasok sebagai bahan baku untuk pembuatan pakan ternak, yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan. Pabrik pakan ternak tersebut ditargetkan akan selesai pada Oktober 2024, berlokasi di Kecamatan Parenggean. Untuk itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim merencanakan penanaman jagung dimulai pada awal Agustus. Dengan masa tanam yang diproyeksikan berlangsung selama tiga bulan, diharapkan waktu panen akan hampir bersamaan dengan selesainya pembangunan pabrik pakan. Sepnita menjelaskan, “Kami berkoordinasi dengan pihak pengembang yang ingin agar hasil panen pertama jagung bisa menjadi pasokan bagi pabrik pakan. Oleh karena itu, kami jadwalkan penanaman pada awal Agustus.” Lebih jauh, ia menjelaskan, ketersediaan lahan yang memadai serta kondisi iklim yang cocok untuk budidaya jagung menjadi faktor penting dalam pengembangan dan peningkatan produksi jagung sebagai salah satu alternatif sumber pangan utama di Kotim. Peningkatan produktivitas merupakan langkah awal yang perlu diambil, dan hal ini dapat dicapai melalui penyediaan benih unggul, pupuk, pengendalian hama, serta pengaturan irigasi yang tepat. ANTARA