JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pemimpin Gereja Katolik Sedunia dan Kepala Negara Vatikan, Paus Fransiskus, baru-baru ini menjadi saksi atas penggunaan Terowongan Silaturahim, yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Katedral Santa Maria Diangkat ke Surga di Jakarta. Dalam kunjungan tersebut, beliau menyampaikan selamat kepada umat yang hadir, mengungkapkan harapan bahwa terowongan ini dapat menjadi tempat untuk dialog dan pertemuan antarumat beragama. Paus Fransiskus mengemukakan bahwa terdapat makna mendalam di balik keberadaan terowongan. Biasanya, terowongan diidentifikasi sebagai lorong yang gelap, terutama jika dilalui seorang diri. Namun, ia menekankan bahwa Terowongan Silaturahim ini berbeda. Terowongan tersebut membantu umat dari berbagai tradisi keagamaan untuk menembus kegelapan dan berjalan menuju cahaya yang terang. Beliau memaparkan, "Dalam perjalanan ini, kita dapat mengenal diri kita dengan lebih baik dan juga memahami orang di samping kita, yang adalah saudara atau saudari kita. Kita dapat berbagi kehidupan dan saling mendukung satu sama lain dalam menghadapi ancaman kegelapan, yang harus dihadapi dengan semangat persaudaraan." Harapan Paus adalah terowongan ini dapat berfungsi sebagai wadah bagi umat beragama untuk melakukan perjalanan bersama. Dengan adanya Terowongan Silaturahim, diharapkan terjalin persahabatan yang bisa membawa seluruh umat manusia menuju dunia yang penuh cahaya. Paus juga mengungkapkan optimisme akan kemungkinan hidup dalam kerukunan dan kedamaian. Ia berdoa agar masyarakat dapat saling terbuka dan hidup berdampingan, sebagai simbol dari kehidupan yang damai yang mencirikan bangsanya Indonesia. "Saya berdoa kepada Allah, pencipta segala sesuatu, agar Ia memberkati semua orang yang melintas di terowongan ini dengan semangat persahabatan, kerukunan, dan persaudaraan," tuturnya. Dalam kesempatan yang sama, Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, memberikan penjelasan kepada Paus tentang terowongan sepanjang 33,8 meter tersebut. Ia menekankan bahwa terowongan ini tidak hanya menghubungkan dua ikon rumah ibadah di Indonesia, tetapi juga memiliki banyak simbol artistik yang melambangkan toleransi antarberagama di negara ini. "Sama seperti harapan kami, kami juga berharap agar Terowongan Silaturahim dapat menjadi jembatan persaudaraan, tidak hanya antara umat Katolik dan Islam, tetapi juga dengan seluruh umat manusia," kata Nasaruddin Umar. ANTARA