**Borneonews - Siak**, Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau telah mengambil langkah-langkah proaktif setelah terjadinya serangan harimau terhadap manusia di Kampung Mengkapan, Kabupaten Siak. Untuk itu, pihak BKSDA melakukan pemasangan kamera jebak (*camera trap*) di lokasi kejadian dan sekitarnya guna memantau aktivitas satwa liar di daerah tersebut.
Kepala BKSDA Riau, Genman Hasibuan, menyatakan bahwa pemasangan kamera jebak ini bertujuan untuk meningkatkan rasa aman bagi masyarakat. Di samping itu, BKSDA juga melaksanakan patroli gabungan di area tersebut. Upaya ini dikombinasikan dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai strategi mitigasi awal dalam menghadapi interaksi negatif dengan satwa liar, khususnya harimau Sumatera.
Selain sosialisasi, BKSDA Riau juga berkoordinasi dengan berbagai pihak di tingkat tapak, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintahan desa, serta unsur TNI dan Polri. Semua langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan masyarakat dan mengurangi risiko berhadapan langsung dengan harimau.
Insiden serangan harimau terjadi pada Rabu sore, ketika korban yang bernama Jon Hendri (40), penduduk Desa Rawa Mekar Jaya, ditemukan dalam keadaan terluka di bagian kepala. Kejadian tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB saat Jon sedang beristirahat dari aktivitas menebang pohon mahang, jauh dari rekannya yang juga bekerja di hutan.
Setelah mendapat perawatan medis, korban dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Tim Wild Rescue Unit BKSDA Riau bersama pihak terkait telah mengunjungi korban untuk memberikan dukungan.
Genman menjelaskan bahwa lokasi kejadian berada di Area Peruntukan Lain (APL) yang berdekatan dengan Sempadan Sungai Rawa, dan merupakan bagian dari kawasan jelajah harimau di kantong Harimau Sumatera Semenanjung Kampar. Dalam hal ini, BKSDA mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil tindakan kekerasan terhadap satwa liar, terutama terhadap jenis yang dilindungi oleh undang-undang.
Masyarakat di sekitar habitat harimau diharapkan dapat beradaptasi dengan menghindari aktivitas berpergian di hutan secara sendiri-sendiri pada malam hari, ketika harimau sedang aktif. Genman menegaskan pentingnya untuk tidak melakukan perburuan terhadap satwa mangsa yang menjadi pakan bagi harimau Sumatera, demi menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi kemungkinan terjadinya insiden serupa di masa depan.
ANTARA
BKSDA Riau Pasang Kamera Jebak Usai Serangan Harimau di Siak
Bagikan:

PEKANBARU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
LDII Kalteng Tekankan Gotong Royong untuk Penanganan Karhutla
Agustiar Sabran Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan Hadapi Karhutla
Bupati Kobar Bermalam di TNTP, Tinjau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Adyos/Yayang Sabet Perunggu para Tenis Meja Ganda Putra Kelas MD8
PLN Berencana Sewa PLTD 20 MW Selama Lima Tahun di Kapuas
Polres Bartim Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Green Policing di Pasar
Komentar (0)
Memuat komentar…







