BORNEONEWS, Kasongan - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran dipastikan bakal hadir pada upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Katingan ke-14, di halaman kantor bupati setempat, Rabu (20/7/2016).
"Upacara peringatan HUT Kabupaten Katingan ke -4 besok (Rabu 20/7) kita pastikan dihadiri Gubernur Kalteng Haji Sugianto Sabran," sebut Sekda Katingan Nikodemus usai pembukaan pendidikan dan pelatihan penilaian angka kredit jabatan fungsional guru tahun 2016, di Aula Dispenda setempat, Selasa (19/7/2016).
Untuk itu Sekda meminta kepada masyarakat Katingan, terutama yang bermukim di tepi jalan, agar mengibarkan bendera merah putih setiang penuh dan juga umbul-umbul.
"Kita juga mengimbau kepada kantor, dinas, badan dan instansi lainnya juga memasang bendera dan umbul-umbul itu," sebutnya.
Sekda Nikodemus juga mengatakan jika rangkaian HUT itu juga akan diselipkan beberapa kegiatan, seperti penandatanganan kontrak kinerja bagi kepala SKPD maupun lainnya, termasuk pemberian hadiah lomba kebersihan tingkat desa/sekolah maupun tingkat RT.
Terpisah, Ketua Umum HMI Komisariat Katingan Maulana Kawit menilai jika Kabupaten Katingan yang telah mengalami pergantian kepemimpinan selama tiga tahun, dua periode dipimpin Duwel Rawing dan sekarang Ahmad Yantenglie, banyak memberikan dampak terhadap pertumbuhan masyarakat.
"Tentu semua pimpinan mempunyai andil dalam perubahan pembangunan maupum pertumbuhan masyarakat dalam upaya mensejahterakan masyarakatnya," kata Maula Kawit.
Namun demikian, kata mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Kampus II Kasongan ini, dalam rangka memenuhi keinginan masyarakat tersebut tentu pemerintah tidak semudah memutarkan telapak tangan. Sebab kondisi Kabupaten Katingan cukup luas dan tidak semua permintaan warga selalu dipenuhi.
"Tentu masih belum bisa dibilang sempurna, maka perlu evaluasi dari pemerintah dalam rangka memenuhi hal tersebut," ujarnya.
Momen HUT Katingan ke-14 ini diharapkan tidak menjadi kegiatan seremonial saja. Untuk itu Maulana minta agar momen HUT Katingan ke-14 untuk saling bahu membahu membangun daerah, dan diperlukan pergerakan seluruh elemen masyarakat, baik LSM, ormas, tokoh masyarakat, dan masyarakat.
"Oleh sebab itu sikap apatis dari masyarakat perlu dihilangkan serta pejabat publik dan jajarannya juga harus menghilangkan warisan males-malesan untuk kabupaten kita ini," imbuh Maulana. (ABDUL GOFUR/m)








