BORNEONEWS, Sampit - Pembakar lahan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur bakal langsung ditangkap, karena pemerintah kabupatan telah melakukan sosialisasi, imbauan, hingga memaksimalkan tim penanggulangan kebakaran lahan kelapangan.

“Saya mengingatkan pada masyarakat agar jangan sampai membakar dengan sengaja. Kita dari pemerintah bersama kepolisian tidak akan tinggal diam, dimana ada lahan terbakar apalagi ada pemiliknya dan sengaja dibakar akan langsung kita proses secara hukum,” ucap Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi, Selasa (19/7/2016).

Penegasan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah yang tidak akan memberikan toleransi lagi pada pemilik lahan maupun pihak perusahaan yang sengaja melakukan pembakaran lahan. Dia juga telah mengeluarkan instruksi, bahwa siapapun yang sengaja melanggar aturan harus ditindak sesuai dengan  hukum yang berlaku.

“Saya telah memerintahkan Satpol PP dan juga akan bekerjasama dengan aparatur hukum terkait tidak ada himbauan lagi, bersalah tangkap, kita harus tegas karena ini menganggu keseluruhan bukan hanya kesehatan, namun juga aktivitas juga terganggu seperti sekolah maupun transportasi,” tegasnya.

Untuk menjaga agar bencana asap akibat kebakaran lahan secara sporadis seperti yang terjadi pada 2015, Supian memerintahkan pada RT, kepala desa, lurah serta camat, untuk proaktif mengawasi masing-masing wilayahnya. Dengan harapan kebakaran lahan tahun ini bisa dicegah, bahkan diinginkan tidak ada lagi.

“Koordinasi dengan pihak keamanan akan terus kita lakukan, lurah, RT, kades dan camat harus jeli memantau wilayahnya. Kalau ada melihat kebakaran lahan  langsung melaporkan biar bisa dilakukan pemadaman secepatnya, kemudian menanyakan itu lahan milik siapa biar bisa diproses apakah ada unsur kesengajaan atau tidak,” tandasnya.

Pemerintah meminta warga meningkatkan kesiagaan Karhutla meski kemarau di daerah ini tidak merata.

“Meski hari ini hujan deras, kami tetap siaga karena sejak tanggal 11 Juli lalu, Kotim sudah siaga darurat bencana asap, walaupun ada hujan. Tahun ini kemaraunya masih ada hujan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Rukmana Priyatna melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Sutoyo.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Bandara Haji Asan Sampit memprediksi, kemarau di kabupaten ini berbeda-beda. Artinya, tingkat kerawanan kebakaran lahan juga berbeda.

Ia menjelaskan, wilayah angat kering diprediksi terjadi di Kecamatan Telawang. Masyarakat di kawasan yang berada di barat kabupaten itu diminta lebih mewaspadai potensi kebakaran.

Wilayah yang diprediksi kering yakni Kecamatan Antang Kalang, Baamang, Bukit Santuai dan sekitarnya, Kotabesi, Mentaya Hilir Utara, Mentawa Baru Ketapang dan Parenggean. Sedangkan wilayah berpotensi agak kering, meliputi Kecamatan Cempaga Hulu dan Mentaya Hilir Selatan.

Wilayah yang diprediksi kemaraunya cukup normal yakni Kecamatan Cempaga, Seranau, Teluk Sampit dan Pulau Hanaut. Saat kemarau tahun lalu, Teluk Sampit dan Pulau Hanaut termasuk kecamatan yang dilanda kebakaran lahan dan kabut asap cukup parah. (RAFIUDIN/m)