PADANG –
**Borneonews - Kota Solok**, PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kota Solok baru-baru ini meluncurkan kampanye untuk mempromosikan peralihan dari penggunaan bahan bakar minyak solar ke tenaga listrik. Kegiatan yang mengusung tema *dari solar ke listrik* tersebut ditujukan kepada pengusaha penggilingan padi melalui sebuah acara Customer Gathering. Dalam pernyataannya, Manajer PLN UP3 Solok, Abdul Azis, menyebutkan bahwa inisiatif ini diharapkan dapat mendukung transformasi energi di sektor pertanian. Acara ini melibatkan pengusaha penggilingan padi dan pengguna pompa air di wilayah Kota Solok, serta Kabupaten Solok dan Kabupaten Dhamasraya. Selain para pengusaha, hadir juga perwakilan dari Dinas Pertanian Kota Solok dan Bank Nagari. Azis menegaskan bahwa peralihan dari penggunaan solar ke listrik merupakan langkah konkret untuk meningkatkan penggunaan energi bersih. Dengan demikian, emisi karbon di lingkungan Sumatera Barat diharapkan dapat berkurang, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada kualitas udara, menjadikannya lebih bersih dan sehat. Selain aspek lingkungan, Azis juga menggarisbawahi manfaat ekonomis dari transisi ini. Ia menyebutkan bahwa sudah banyak pengusaha yang merasakan keuntungan dari penggunaan mesin listrik, dengan efisiensi yang mencapai lebih dari 60 persen. Penghematan ini tercapai melalui pengurangan biaya bahan bakar, biaya perawatan mesin, dan faktor-faktor lainnya. PLN siap menyediakan dukungan untuk operasional agrikultur yang berencana melakukan inovasi dalam meningkatkan produktivitas mereka melalui layanan kelistrikan. Salah satu terobosan yang disiapkan adalah mesin penggilingan padi berbasis listrik yang menggantikan penggunaan mesin konvensional berbahan bakar solar. Lebih jauh, PLN juga akan memfasilitasi transisi dari pompa air konvensional menjadi pompa air listrik. Perusahaan listrk ini berjanji untuk menyediakan pasokan listrik yang diperlukan oleh petani di lokasi bisnis mereka dengan cara yang cepat dan mudah. Dalam sesi diskusi, Azis berbagi pengalaman dari pengusaha yang telah beralih ke mesin penggilingan padi berbasis listrik. Ia menyebutkan bahwa penggunaan mesin ini mampu menghemat biaya produksi secara signifikan. Di samping itu, pekerjaan di pabrik menjadi lebih sederhana dan efektif karena tidak lagi perlu bergantung pada pasokan bahan bakar minyak. Keberadaan mesin listrik juga membuat lingkungan pabrik menjadi lebih bersih dan bebas dari kebisingan, sehingga menciptakan suasana kerja yang lebih nyaman. Seluruh peserta acara diberikan penjelasan menyeluruh tentang proses transisi dari mesin konvensional ke listrik, keuntungan yang bisa diperoleh, serta kemudahan dalam mengakses layanan listrik untuk industri pertanian. Diskusi terbuka yang berlangsung memungkinkan peserta untuk berkonsultasi langsung dengan tim PLN UP3 Solok tentang kebutuhan dan solusi energi listrik yang paling tepat untuk setiap jenis bisnis dan industri mereka. Aziz menambahkan, "Kami sangat antusias menyambut gerakan-gerakan baru dari para petani. Semoga petani di Kota Solok dan Sumatera Barat pada umumnya semakin maju dan berdaya bersama PLN." ANTARA