**Borneonews - Denpasar**, Bali, yang dikenal sebagai salah satu tujuan wisata terpopuler, kini menunjukkan keseriusan dalam pembangunan infrastruktur transportasi massal dengan proyek kereta bawah tanah. Setiap hari, puluhan ribu wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, memilih Bali sebagai lokasi untuk berlibur. Dalam kondisi saat ini, mereka bergantung pada kendaraan sewa atau transportasi yang disediakan pemandu, karena akses transportasi umum yang terintegrasi masih sangat terbatas.
Keberadaan sistem transportasi publik yang belum memadai menyebabkan kepadatan lalu lintas yang semakin meningkat. Hal ini mendorong banyak orang untuk menggunakan kendaraan pribadi mereka, sehingga kemacetan menjadi pemandangan umum, bahkan di sekitar lokasi wisata yang harus dilalui.
Berharap untuk meredakan masalah tersebut, pemerintah Provinsi Bali kini memulai langkah nyata untuk merealisasikan proyek transportasi berbasis kereta. Setelah berbagai uji kelayakan, Pemerintah Provinsi Bali telah menunjuk badan usaha milik daerah untuk memimpin inisiatif ini, termasuk mencari investor yang bersedia membiayainya. Rencana pembangunan dimulai dengan upacara *ngeruwak*, sebuah tradisi Hindu untuk membersihkan lokasi proyek.
Proyek tersebut diberi nama *Bali Urban Subway*, yang terdiri dari kereta bawah tanah yang akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern. PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ), sebagai badan usaha milik Pemprov Bali, telah mendapat mandat untuk membangun infrastruktur ini sepenuhnya menggunakan dana dari investor.
Pada bulan Mei 2024, Pemprov Bali akan membuka peluang bagi investor yang tertarik untuk terlibat dalam proyek ini. Tantangan muncul, karena pembiayaan proyek ini tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kondisi ini membuat Pj Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, merasa khawatir akan kesulitan mendapatkan investor yang bersedia berinvestasi tanpa ada jaminan.
Namun, pada bulan Juli 2024, PT Bumi Indah Prima (BIP) dinyatakan sebagai investor terpilih setelah mereka bersedia untuk mengikuti model pembiayaan yang ditawarkan. Penandatanganan kerja sama tersebut bahkan disaksikan langsung oleh Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa.
Saat ini, PT SBDJ tengah mengajukan permohonan untuk konsesi pengelolaan setidaknya selama 50 tahun, dengan harapan agar proyek ini dapat sepenuhnya dikelola oleh Pemprov Bali di masa mendatang. Pemerintah daerah menargetkan upacara *ngeruwak* atau peletakan batu pertama dapat dilakukan pada bulan September 2024.
Direktur Utama PT SBDJ, Ari Askhara, mengungkapkan bahwa pembangunan kereta akan dilakukan dalam empat fase. Fase pertama akan menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Sentral Parkir Kuta, Seminyak, Berawa, dan Cemagi. Fase kedua akan menghubungkan Bandara ke Jimbaran, Universitas Udayana, dan Nusa Dua. Di sisi lain, fase ketiga akan menghubungkan Sentral Parkir Kuta ke Sesetan, Renon, dan Sanur, sedangkan fase keempat menghubungkan Renon ke Sukawati dan Ubud.
Selama pertimbangan konsep pembangunan, diputuskan bahwa semua jalur kereta akan dibangun di bawah tanah untuk menghindari kerusakan lingkungan dan memaksimalkan penggunaan lahan yang tersedia. Upaya ini diharapkan dapat mendukung konsep *Tri Hita Karana* yang berfokus pada keseimbangan antara manusia, Tuhan, dan alam.
Setelah upacara *ngeruwak*, pembangunan fasilitas kereta akan dimulai. Fase pertama dan dua, yang masing-masing mencakup jarak 16 km dan 13,5 km, akan menjadi prioritas. Fase pertama diperkirakan akan lebih lama, karena harus melewati medan berbatu yang keras, sedangkan fase kedua lebih konvensional dengan tanah kapur.
PT SBDJ telah menunjuk PT Indotek sebagai kontraktor utama yang akan bekerja sama dengan China Railway Construction Corporation (CRCC), serta mengajak kontraktor lokal PT Sinar Bali Bina Karya untuk terlibat. Untuk tahap pertama, investor siap mendanai proyek ini sebesar 10,8 miliar dolar AS, sementara untuk tahap kedua, dana yang dianggarkan adalah 9,2 miliar dolar AS, sehingga total biaya proyek diperkirakan mencapai sekitar 20 miliar dolar AS.
Dalam hal operasional, saat ini pembangunan proyek *Bali Urban Subway* telah memasuki tahap awal dengan pengerjaan di area Stasiun Kuta. Rencananya, 10 *tunnel boring machine* (TBM) akan didatangkan pada bulan April 2025 untuk memulai penggalian di bawah tanah, dengan kedalaman mencapai 30 meter.
Proyek ini bertujuan untuk memberdayakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang selama ini kurang diperhatikan dan akan berkolaborasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk penataan sistem pipa, sehingga tidak mengganggu masyarakat serta mendukung pengurangan penggunaan air dari sumber bawah tanah.
Berdasarkan studi kelayakan dari tim Korea Selatan, keamanan dan ketahanan struktur bangunan telah terjamin. Kereta akan dibangun pada kedalaman yang lebih dari dua kali batas minimum peraturan, sehingga tidak akan mengganggu pemukiman yang ada di atasnya.
Jika semua berjalan sesuai rencana, proyek ini diharapkan fase pertama dari *Bali Urban Subway* dapat selesai pada tahun 2028 dan segera beroperasi. Target pemerintah adalah agar kelanjutan proyek ini selesai pada tahun 2031, sehingga kereta dapat melayani rute di seluruh Pulau Bali.
Sebagai bagian dari ekosistem transportasi yang terintegrasi, jalur kereta akan menggunakan sistem jalur ganda, dengan setiap kereta terdiri dari enam gerbong. Tiap gerbong berukuran 20 meter bisa menampung hingga 40 penumpang dan akan beroperasi setiap 10 menit, dengan rencana operasional sepanjang waktu.
Walaupun biaya tiket masih dalam tahap pembahasan, diperkirakan tarif akan disesuaikan agar dapat dijangkau oleh wisatawan, di mana satu tiket selama seminggu bisa berharga antara 35 sampai 40 dolar AS atau sekitar Rp600 ribu. Untuk warga lokal Bali, ada rencana untuk memberikan akses gratis saat menggunakan KTP Bali.
Dengan kehadiran kereta ini, diharapkan pengalaman wisatawan di Bali akan semakin baik dan masyarakat lokal tidak akan lagi terjebak dalam kemacetan saat musim liburan.
ANTARA
Bali Segera Hadirkan Kereta Bawah Tanah untuk Mudahkan Transportasi
Bagikan:

DENPASAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Komentar (0)
Memuat komentar…







