**Borneonews - Jakarta**, Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, menekankan pentingnya pengembangan sumber daya alam, khususnya mineral kritis, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam konteks global, Indonesia diakui sebagai salah satu produsen utama mineral yang memiliki peran signifikan.
Bernardus mengungkapkan bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat bagi Indonesia untuk memanfaatkan potensi ini. Meskipun Indonesia memiliki kekayaan mineral kritis yang melimpah, tantangan yang lebih besar adalah bagaimana cara mengoptimalkan dan mengembangkan sumber daya tersebut untuk kepentingan negara. Pernyataan ini disampaikannya saat berbicara dalam Sesi Plenari Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024 yang mengusung tema *Future of Energy Transition in Emerging Economies*.
Menurut Bernardus, terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam upaya mengembangkan industri mineral kritis di Indonesia. Pertama, ia menyoroti perlunya memperluas kerja sama lintas sektor, terutama dalam teknologi. Sebagai contoh, produksi nikel yang merupakan mineral kritis, masih memerlukan dukungan teknologi yang lebih maju dari pihak lain.
"Kita memiliki kemampuan untuk menambang dengan cara yang berkelanjutan, namun kita memerlukan mitra teknologi yang handal untuk meningkatkan proses tersebut," jelasnya.
Selanjutnya, kerja sama juga diperlukan untuk memastikan permintaan global terhadap produk mineral kritis Indonesia tetap terjaga. Sebagai ilustrasi, Bernardus menyebut kerjasama Vale Indonesia dengan Ford Motor Co. dalam pengembangan smelter nikel di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, sebagai langkah strategis untuk memperluas pasar.
Aspek kedua yang juga penting adalah memerhatikan dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan penambangan. Menurut Bernardus, pengoperasian proyek ini membutuhkan persetujuan dari pemerintah serta dukungan masyarakat setempat.
"Tidak mungkin kita dapat menjalankan proyek tanpa mendapatkan izin dari masyarakat dan pemerintah," tambahnya.
Ketiga, Bernardus menekankan pentingnya akses pendanaan yang memadai. Ia menjelaskan bahwa pengembangan proyek mineral kritis biasanya memerlukan modal yang besar, sehingga akses ke sumber pendanaan dari bank menjadi sangat krusial.
Pada forum yang sama, Danielle Martin, Co-Chief Operating Officer & Director, Social Performance International Council on Mining and Metals (ICMM), menyatakan bahwa di samping peran perusahaan pertambangan, pemerintah pun memiliki tanggung jawab besar dalam pengelolaan mineralkritis yang berkelanjutan.
Pemerintah harus memastikan setiap kegiatan pertambangan di Indonesia dilakukan secara bertanggung jawab, dengan tetap memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.
"Dukungan dari semua pemangku kepentingan, termasuk pemegang hak dan masyarakat, sangat penting untuk memastikan pengambilan keputusan yang tepat dalam pengembangan sumber daya mineral. Kinerja yang baik, standar yang tinggi, dan transparansi sangat diperlukan dalam mencapai kepercayaan masyarakat terhadap sektor pertambangan," tutup Danielle Martin.
ANTARA
Pengembangan Mineral Kritis, Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ubed ke Final French Open setelah Tundukkan Lanier
Rachel/Febi Gagal ke Final French Open
Lewis Hamilton Tercepat dalam Sesi Latihan Bebas GP Amerika Serikat
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Komentar (0)
Memuat komentar…







