JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Didik J Rachbini, mengungkapkan bahwa Faisal Basri merupakan sosok yang idealis serta memiliki integritas tinggi. Ia dikenal sebagai seorang pejuang yang mengusung nilai-nilai demokrasi, transparansi, akuntabilitas, serta keadilan dalam arena ekonomi dan politik di Indonesia. Didik menyoroti kehilangan yang mendalam bagi masyarakat dan dunia akademis akibat berpulangnya Faisal Basri. Sosok pendiri Indef ini telah lama dikenal luas sebagai seorang yang berkomitmen pada prinsip-prinsip dasar yang mengatur pengelolaan ekonomi dan politik demi kepentingan publik. "Faisal merupakan seorang idealis dengan pandangan yang tegas tentang bagaimana seharusnya ekonomi dan politik berfungsi untuk masyarakat," ujarnya kepada wartawan di Jakarta. Meskipun tidak memegang posisi formal dalam partai politik maupun pemerintahan, keberadaan Faisal dalam dunia akademis dan aktivisme ekonomi-politik telah memberikan dampak signifikan. Kontribusinya terbukti dalam mendorong reformasi serta perbaikan kebijakan demi terciptanya demokrasi yang lebih robust di tanah air. Faisal Basri, bersama sejumlah ekonom lainnya seperti Didik J Rachbini, Fadhil Hasan, Didin Damanhuri, dan Nawir Messi, berperan penting dalam pendirian Indef. Institusi ini memiliki reputasi yang baik serta dikenal kritis dan progresif dalam analisis kebijakan ekonomi Indonesia. Didik menambahkan bahwa pandangannya sejalan dengan Faisal, terutama dalam hal kemandirian analisis ekonomi dan semangat untuk memperjuangkan reformasi yang lebih ramah terhadap masyarakat. "Namun, Faisal lebih berani dalam menyampaikan pandangannya secara gamblang dan langsung," terangnya. Bersama kolaboratornya di Indef, Faisal senantiasa menjunjung tinggi prinsip-prinsip ekonomi yang berkelanjutan dan adil. Dia berbagi visi yang sama dalam menciptakan reformasi kebijakan yang tidak hanya berpihak pada segelintir orang, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat yang kurang beruntung. Ketegasan dan keberanian Faisal dalam analisis kebijakan, yang tidak terikat pada kepentingan politik tertentu, sering kali menjadi sorotan. "Yang mengesankan dari Faisal Basri adalah indepensi dan sikap anti-korupsinya. Pandangannya tidak mudah dipengaruhi, dan ia tak ragu untuk menyuarakan kritik, meski hal tersebut tidak selalu populer," jelas Didik. Sebagai salah satu pendiri Indonesia Corruption Watch (*ICW*), Faisal aktif mengadvokasi pentingnya pemberantasan korupsi di Indonesia, khususnya di sektor pemerintah dan ekonomi. Di dunia akademis, Faisal dihormati sebagai dosen ekonomi di Universitas Indonesia dan mendirikan lembaga pemikir Indef. Ia aktif mengajar dan melakukan penelitian yang berfokus pada isu-isu ekonomi serta kebijakan publik. Faisal Basri, alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, meninggal dunia pada Kamis dini hari di Rumah Sakit Mayapada Kuningan Jakarta. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Universitas Indonesia pada tahun 1985 dan meraih gelar *Master of Arts* di bidang ekonomi di Vanderbilt University, Tennessee, Amerika Serikat, pada tahun 1988. Sebagai keponakan dari mendiang mantan Wakil Presiden RI Adam Malik, Faisal memulai karirnya sebagai pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Ia mengajar berbagai mata kuliah seperti Ekonomi Politik, Ekonomi Internasional, dan Sejarah Pemikiran Ekonomi, serta terlibat dalam program-program pascasarjana di universitas tersebut sejak tahun 1988 hingga saat ini. ANTARA