JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Analis Komunikasi Politik dan pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, mengekspresikan pendapatnya bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah kali ini akan berjalan dengan sangat kompetitif. Salah satu faktor penentu adalah keterlibatan pejabat dengan pangkat setingkat jenderal dari dua instansi berbeda, yaitu TNI dan Polri. Penilaian ini merujuk pada keikutsertaan Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan, Komisaris Jenderal Polisi Ahmad Luthfi, dan mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa, yang keduanya merupakan bakal calon gubernur untuk Jawa Tengah. Hendri Satrio menjelaskan bahwa situasi ini akan menambah ketegangan dalam kompetisi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa terlibatnya satu pejabat dari TNI dan satu lainnya dari Polri serta perbandingan pangkat antara bintang empat dan bintang tiga menjadi salah satu unsur menarik dalam pertarungan ini. Menurut Hendri, ada sejumlah faktor yang berkontribusi pada dinamika pemilihan ini. Pertama, upaya maksimal yang akan dilakukan oleh Andika bersama PDI Perjuangan untuk merebut kursi gubernur Jawa Tengah. Ia menekankan pentingnya posisi Jawa Tengah dalam konteks pilkada ini dan beranggapan bahwa PDI Perjuangan akan mengerahkan segala sumber daya yang dimiliki untuk meraih kemenangan. Di sisi lain, Ahmad Luthfi yang didukung oleh koalisinya diharapkan juga akan berupaya maksimal untuk bersaing dengan PDI Perjuangan. Hal ini menunjukkan bahwa dinamika kompetisi di Jawa Tengah diprediksi akan sangat sengit. Selain itu, Hendri juga menyoroti komposisi bakal calon wakil gubernur yang akan mendampingi kedua calon tersebut. Andika Perkasa akan berpasangan dengan Hendrar Priadi, mantan Wakil Wali Kota Semarang yang saat ini menjabat sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Sementara itu, Ahmad Luthfi akan didampingi Taj Yasin Maimoen, mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kedua tokoh ini, menurut Hendri, memiliki basis dukungan kuat di Jawa Tengah yang dapat menyetarakan kekuatan pasangan masing-masing. Faktor terakhir yang diungkapkan adalah kekuatan TNI dan Polri di wilayah tersebut. Masing-masing instansi tentara dan kepolisian diyakini memiliki simpatisan dan pengikut yang akan berkontribusi pada perolehan suara bagi kedua kandidat, Ahmad Luthfi dan Andika Perkasa. Namun, Hendri Satrio berharap agar tidak terjadi ketegangan atau konflik antara kedua instansi tersebut di tengah masyarakat. Meskipun secara teori TNI dan Polri diharapkan tetap netral dalam politik, ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gesekan antara kedua elemen keamanan ini. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto, telah menegaskan bahwa netralitas dalam kontestasi pilkada 2024 menjadi hal yang sangat penting. Hal ini ditujukan agar tidak terjadi ketegangan antar kelompok masyarakat serta untuk menciptakan suasana pilkada yang aman dan kondusif. ANTARA