BANTEN –
**Borneonews - Serang**, Pemerintah Kota Serang mengambil langkah strategis dengan memotong anggaran untuk perjalanan dinas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2024. Langkah ini diambil guna menutupi defisit anggaran yang saat ini dihadapi. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang, Imam Rana Hardiana, mengungkapkan bahwa Pemkot Serang kini mengalami defisit anggaran yang berada pada angka sekitar Rp87 miliar. Namun, defisit tersebut sudah mulai teratasi berkat dukungan dari sumber pembiayaan dan pendapatan lainnya. Imam menjelaskan bahwa adanya penambahan pendapatan serta penyesuaian efisiensi keuangan telah membuat defisit anggaran tersebut dapat teratasi. “Ada penambahan pendapatan dan penyesuaian dengan efisiensi, sehingga angka-angka yang menunjukkan defisit itu telah bisa tertutupi,” ujarnya. Pendapatan yang meningkat tersebut berasal dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang sebelumnya tercatat sebesar Rp279 miliar, kini naik menjadi Rp295 miliar. Ini termasuk di dalamnya peningkatan pajak daerah dari Rp216 miliar menjadi Rp220 miliar dan retribusi pajak yang naik dari Rp53 miliar menjadi Rp57 miliar. Untuk mengurangi pengeluaran, efisiensi anggaran dilakukan dengan memangkas perjalanan dinas. SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas) yang awalnya dianggarkan 100 persen dikurangi menjadi 98 persen. “Dengan demikian, ada sisa 2 persen yang dapat kita efisiensikan,” tambahnya. Penting bagi pemerintah untuk mempertimbangkan kebutuhan perjalanan dinas tersebut. Jika perjalanan dinas tersebut memang sangat diperlukan, maka akan tetap diberikan ruang, tentunya dengan penyesuaian terhadap tugas pokok dan fungsi (tupoksi) untuk memastikan bahwa langkah ini tetap dapat menutupi defisit anggaran yang ada. Imam menekankan bahwa pengeluaran yang ada sebelum perubahan sudah memenuhi target, sehingga dalam perubahan ini, pengurangan tersebut ditujukan untuk menutup defisit anggaran yang ada. Ini adalah langkah yang terukur dan berorientasi pada penyerapan anggaran yang lebih efektif. ANTARA