**Borneonews - Jakarta**, Direktur Utama PT Vale Indonesia Tbk, Febriany Eddy, melakukan kunjungan ke Istana Kepresidenan di Jakarta pada hari Kamis. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan laporan mengenai perkembangan proyek yang sedang berjalan di perusahaan tersebut.
Febriany menyampaikan, "Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah selama ini kepada Vale. Kami tentu berharap dapat terus mendapatkan dukungan ke depan, sambil memberikan informasi terkini mengenai progres yang telah kami capai."
Dalam kunjungan tersebut, Febriany didampingi oleh Chairman Vale Base Metal Global, Mark Cutifani. Salah satu tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memperkenalkan Cutifani kepada Presiden Joko Widodo.
"Hari ini, saya memperkenalkan Chairman Vale Base Metals yang tengah berkunjung ke Indonesia, dan ingin bertemu Bapak Presiden," tambah Febriany.
Mengenai keuntungan yang didapat PT Vale setelah 34 persen sahamnya diambil alih oleh Pemerintah Indonesia melalui holding BUMN MIND ID, Febriany menyatakan bahwa perusahaan kini mendapatkan dukungan yang lebih besar dari pemerintah dalam operasional mereka di tanah air.
"Kami merasa mendapatkan dukungan yang lebih dari pemerintah. Keberhasilan Vale merupakan keberhasilan pemerintah, yang berdampak positif bagi kemajuan Indonesia. Oleh karena itu, dengan meningkatnya kepemilikan pemerintah, kami merasa semakin terbantu," ungkapnya.
Febriany juga menegaskan bahwa program hilirisasi di PT Vale Indonesia akan terus berlangsung setelah akuisisi saham tersebut. "Hilirisasi harus tetap berjalan. Sebagaimana yang sering disampaikan oleh Pak Menteri, hilirisasi itu penting dan harus diselesaikan dengan baik," ujarnya.
Di sisi lain, Menteri BUMN, Erick Thohir, dalam unggahannya di media sosial Instagram @erickthohir, mengonfirmasi bahwa ia mendampingi Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan Mark Cutifani.
"Vale Base Metal telah lama menjalin kerja sama dengan Indonesia dalam pengelolaan tambang nikel terintegrasi melalui PT Vale Indonesia, yang saat ini dimiliki oleh 34 persen BUMN, 33 persen oleh Vale Canada Limited, 12 persen oleh Sumitomo Metal Mining, dan 21 persen oleh publik," papar Erick.
Erick menambahkan, saat ini PT Vale Indonesia sedang menjajaki kemitraan strategis untuk hilirisasi nikel dengan sejumlah perusahaan besar, termasuk Ford Motor dan Volkswagen Group. Potensi investasi dari kemitraan ini diperkirakan mencapai 11 miliar dolar AS.
"Mengingat potensi besar yang dimiliki Indonesia sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia, kami berkomitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam rantai pasokan nikel global serta dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV Battery)," tutup Erick.
ANTARA
Pertemuan Direksi PT Vale dengan Presiden Jokowi Terkait Proyek Nikel
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Basarnas Evakuasi Jenazah Perempuan Diduga WNA di Pantai Nyang Nyang
Komentar (0)
Memuat komentar…







