MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengungkapkan bahwa keterbatasan *e-meterai* menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh para calon pendaftar pegawai negeri sipil (CPNS) di daerah tersebut. Kepala BKPSDM Kota Mataram, Taufik Priyono, menjelaskan bahwa banyak calon pendaftar yang mengeluhkan kesulitan dalam memperoleh *e-meterai*, yang merupakan salah satu syarat penting dalam proses pendaftaran CPNS. Taufik melanjutkan, pada hari Rabu, 4 September 2024, hampir tidak ada pendaftar yang berhasil mendaftar dari pagi hingga sore hari karena *e-meterai* yang disediakan oleh pemerintah pusat telah habis. Meskipun *e-meterai* mulai tersedia kembali pada sore hari, para pelamar harus menghadapi antrean dan berkompetisi dengan pelamar dari seluruh Indonesia untuk mendapatkannya. Hal ini mengakibatkan hanya 1 hingga 2 orang yang berhasil mendaftar saat itu. Untuk meredakan situasi yang sulit ini, pihak BKPSDM telah mengusulkan penggunaan *meterai* manual sebagai alternatif. Namun, usulan tersebut tidak mendapatkan persetujuan dari pihak terkait, sehingga masalah ini tetap menjadi salah satu faktor yang membatasi jumlah pendaftar yang mengajukan berkas untuk posisi di Pemerintah Kota Mataram. Data terbaru menunjukkan bahwa telah ada 717 pelamar CPNS yang mendaftar, sementara ada lebih dari 2.000 pelamar lainnya yang sudah mendaftar di akun Pemerintah Kota Mataram, tetapi belum menyelesaikan langkah pendaftaran dengan mengklik 'submit'. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketidakmampuan mereka untuk mendapatkan *e-meterai* dan masih mencari formasi yang tepat sesuai dengan minat mereka. Taufik mengakui bahwa jumlah pendaftar yang mencapai 717 orang tergolong rendah, mengingat Kota Mataram biasanya menjadi destinasi favorit para pelamar CPNS. Pada rekrutmen CPNS tahun 2024, Kota Mataram menawarkan 93 formasi, yang terdiri dari 13 formasi untuk tenaga kesehatan dan 80 formasi untuk tenaga teknis. Kota Mataram diharapkan tetap menjadi pilihan utama bagi para pelamar, terutama mengingat tidak adanya rekrutmen CPNS selama tiga tahun terakhir. Taufik optimis bahwa jumlah pelamar dapat mencapai 3.000 orang. Menyangkut permasalahan yang ada, Taufik berharap agar pemerintah pusat dapat mempertimbangkan perpanjangan waktu pendaftaran yang dijadwalkan berakhir pada pukul 24.00 Wita pada hari Jumat, 6 September 2024. Ia menginginkan adanya kebijakan yang memberikan waktu tambahan bagi para pendaftar untuk memperoleh *e-meterai* yang diperlukan. ANTARA