**Borneonews - Kepulauan Mentawai**, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melaksanakan apel nasional untuk siaga bencana, khususnya yang berkaitan dengan gempa bumi megathrust dan fenomena hidrometeorologi. Tujuan dari apel ini adalah untuk mengurangi potensi dampak yang dapat ditimbulkan, baik itu korban jiwa maupun kerusakan pada infrastruktur.
Apel yang dipimpin oleh Kepala BNPB, Suharyanto, berlangsung di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada hari Kamis. Selain di Mentawai, kegiatan serupa juga dilaksanakan di empat daerah lain, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten.
Dalam sambutannya, Suharyanto menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa berukuran besar seperti megathrust. Menurutnya, bencana ini merupakan isu yang telah lama ada dan hingga saat ini, ilmu pengetahuan belum dapat memprediksi secara pasti kapan dan di mana bencana tersebut akan terjadi.
Namun, ia mengatakan, dengan melihat riwayat bencana dan didukung oleh infrastruktur serta ilmu pengetahuan yang tersedia, perlu ada langkah-langkah kesiapsiagaan yang serius. "Kesiapsiagaan harus selalu dijadikan prioritas, terutama di Kepulauan Mentawai," ujarnya.
BNPB mencatat bahwa Kepulauan Mentawai terakhir kali mengalami gempa besar dengan kekuatan 7,8 magnitudo yang disertai tsunami pada tahun 2010. Akibat bencana tersebut, tercatat 286 orang kehilangan jiwa, sementara 252 orang dinyatakan hilang, dan terjadinya perubahan signifikan pada kondisi geografis daerah tersebut.
Melalui apel ini, BNPB mengharapkan dapat memotivasi pemerintah, TNI-Polri, serta masyarakat untuk senantiasa siap dan waspada. "Kita harus tetap siaga dan waspada, namun tidak perlu merasa takut berlebihan. Kita harus menghadapi kenyataan bahwa sumber daya alam yang melimpah juga berasosiasi dengan risiko bencana," tambahnya.
Sebagai bagian dari kegiatan siaga bencana, BNPB melakukan berbagai pemeriksaan terkait kesiapan personel, logistik, serta peralatan kebencanaan. Mereka juga memfasilitasi pertolongan dan evakuasi, serta mempersiapkan simulasi evakuasi mandiri berbasis masyarakat.
Khususnya di Kepulauan Mentawai, pemerintah daerah menginformasikan bahwa wilayah tersebut berada dalam zona megathrust, menjadikannya rentan terhadap gempa bumi. Penelitian para ahli meramalkan bahwa gempa berkekuatan 8,9 Skala Richter bisa terjadi di Barat Daya Pulau Siberut dan dapat memicu tsunami setinggi hingga 20 meter dengan waktu tiba kurang dari tujuh menit.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai telah membentuk desa tangguh bencana, termasuk 24 desa di pesisir pantai yang berpotensi terkena tsunami dan 10 desa di daerah yang lebih tinggi. Total ada 43 desa di Kepulauan Mentawai dengan populasi sekitar 95 ribu jiwa.
Sebagai langkah perencanaan, pemerintah daerah juga telah menetapkan lokasi evakuasi, salah satunya berada di Desa Tuapejat. Desa ini terletak pada ketinggian 65 meter di atas permukaan laut dan telah memenuhi 12 indikator untuk kategori *tsunami ready community*, yang telah divalidasi secara internasional.
Indeks risiko bencana di Kepulauan Mentawai pada tahun 2023 tercatat sebesar 162,58, yang termasuk dalam kategori tinggi dengan indeks ketahanan daerah pada angka 0,41. Selain itu, pemerintah daerah telah memasang lima alat pendeteksi gempa bumi di area Siberut, Sipura, dan Pagai, serta merencanakan penambahan tiga alat pemantau ketinggian air laut, semua ini berkat dukungan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
ANTARA
Siaga Bencana Gempa Megathrust, BNPB Gelar Apel Nasional di Mentawai
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Komentar (0)
Memuat komentar…







