BORNEONEWS, Sampit - Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur meminta pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat untuk menyeriusi persoalan kekurangan tenaga dokter di daerah itu.

“Kekurangan tenaga dokter termasuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit perlu diperhatikan secara serius. Mengingat, selama ini kebutuhan masyarakat terhadap tenaga medis cukup tinggi,” kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotim Rimbun, Selasa (19/7/2016).

Menurutnya, pelayanan yang baik dapat diberikan jika sumber daya manusia (SDM) memadai dengan jumlah yang pas. Pelayanan kesehatan yang benar-benar optimal mutlak diberikan kepada seluruh masyarakat, baik yang rawat jalan maupun pasien inap di rumah sakit tanpa membeda-bedakan golongan.

“Pelayanan di rumah sakit mutlak diberikan kepada masyarakat, karena hal ini merupakan salah satu bentuk pelayanan publik. Namun bagaimana bisa memberikan pelayanan yang prima jika tenaga kerjanya saja masih kurang. Tentunya itu harus menjadi perhatian pemkab,” cetus Rimbun.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kotim itupun meminta kepada bupati bisa memprogramkan penambahan jumlah dokter dari luar dokter pemerintah. Para dokter yang bukan pegawai negeri itu, kata Rimbun, menerima honor dari hasil pengelolaan RSUD tempat dokter tersebut praktek, bisa juga dibantu melalui dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Yang penting bagaimana kekurangan tenaga dokter, terutama dokter-dokter spesialis di RSUD dr Murjani bisa terpenuhi,” ucap dia.

Sementara itu sejumlah masyarakat yang berobat di RSUD dr Murjani Sampit berharap tenaga dokter bisa ditambah, terutama yang bertugas di poli pelayanan kesehatan. Sebab jumlah masyarakat yang ingin mendapat pelayanan kesehatan terus mengalami peningkatan.

Seperti diungkapkan Rahmah, 28, warga yang mengaku sempat tertunda diperiksa dokter di poli kebidanan. Karena dokter yang melayani juga sedang dipanggil untuk melakukan operasi terhadap pasien di RSUD dr Murjani.

“Memang itu kewajiban dokter, tetapi akan lebih baik kalau ada dokter lain yang siaga di poli pelayanan. Sehingga pasien rawat inap yang membutuhkan dokter tertangani. Begitu juga masyarakat yang berkunjung di poli pelayanan kesehatan tidak terabaikan,” kata dia. (RIFQI/m)