JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, PT Jakarta Propertindo, yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta, mengumumkan bahwa proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Velodrome dan Manggarai telah mencapai kemajuan yang signifikan. Pada akhir Agustus, progres pembangunan tercatat mencapai 26,6 persen dan direncanakan untuk menjalani *test track* pada akhir September. Direktur Utama PT Jakpro, Iwan Takwin, menyatakan bahwa target ini merupakan bagian dari upaya untuk mempercepat integrasi antar moda transportasi di Stasiun Manggarai, yang menjadi sentral bagi jaringan transportasi di Jakarta. Rencana pembangunan ini juga mencakup perluasan jaringan LRT Jakarta Fase 1A dari Stasiun Kelapa Gading menuju Stasiun Velodrome. Lebih lanjut, Iwan menjelaskan bahwa pembangunan LRT Jakarta Fase 1B akan memungkinkan koneksi langsung antara Stasiun Velodrome dan Stasiun Manggarai, yang diharapkan dapat memperkuat posisi Manggarai sebagai stasiun utama di masa depan. Dalam proses pengerjaan proyek ini, berbagai kegiatan seperti pemasangan pagar, pemindahan utilitas, serta relokasi pohon sudah dalam tahap akhir. Hingga saat ini, sebanyak 616 pohon telah dipindahkan dari target 662 pohon. Pekerjaan utama yang lebih kompleks, antara lain pengeboran tiang pondasi dan penempatan tiang bor, juga sedang berjalan. Saat ini, terdapat 612 titik tiang bor pondasi (*borepile*) yang telah terpasang dan 61 titik tapak pondasi (*pilecap*) yang berhasil diselesaikan. Selain itu, proses penempatan balok jembatan, yang terdiri dari struktur beton dan baja, serta pengecoran struktur pembatas (*parapet*) juga sedang berlangsung. Balok jembatan ini berperan penting dalam mendukung rel kereta dan dibangun dengan satu span di antara dua tiang kolom penyangga jembatan (*pier*). Setelah penyambungan balok jembatan menggunakan balok diafragma, akan dilakukan pemasangan rel serta sistem sumber listrik untuk kereta baik di viaduk maupun di Stasiun Rawamangun. Proyek ini ditargetkan akan siap untuk *test track* pada akhir September 2024. Untuk pembangunan LRT Jakarta Fase 1B, pekerjaan dilakukan dari dua sisi, yaitu dari zona Velodrome-Pramuka dan Pramuka-Manggarai. Fase ini bertujuan untuk mendukung Manggarai sebagai stasiun sentral baru. Iwan berharap, kehadiran LRT Jakarta Fase 1B antara Velodrome dan Manggarai dapat menjadi solusi terhadap masalah kemacetan dan mendorong masyarakat untuk beralih ke penggunaan transportasi publik, yang pada akhirnya dapat mengurangi tingkat kemacetan di Jakarta. Jakpro juga berkomitmen untuk mengoptimalkan teknologi pengawasan proyek melalui dasbor yang terintegrasi dengan model informasi pembangunan atau *Building Information Modelling (BIM)*. Dengan adanya BIM, Jakpro dapat melakukan pemantauan yang menyeluruh terkait kemajuan pembangunan LRT Jakarta, sehingga dapat memberikan peringatan dini terkait dengan potensi masalah kualitas atau desain. Data yang tersimpan di BIM akan berfungsi sebagai bank data bagi keseluruhan proyek LRT Jakarta fase 1B. Iwan menambahkan bahwa mereka optimis pekerjaan LRT Jakarta Fase 1B dapat diselesaikan pada kuartal ketiga tahun 2026 sesuai rencana. Sementara itu, Direktur Teknik dan Pengembangan Jakpro, Dian Takdir, mengungkapkan bahwa durasi konstruksi untuk fase ini diperkirakan berlangsung selama 36 bulan. Jalur yang dibangun pada fase 1B ini memiliki panjang 6,4 kilometer dan akan mencakup lima stasiun, yaitu Stasiun Rawamangun, Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman, dan Stasiun Manggarai. Diharapkan, setelah fase 1B selesai, jumlah penumpang yang akan dilayani dapat mencapai 80.000 orang per hari secara bertahap. ANTARA