BORNEONEWS, Sukamara – Sulitnya mendapatkan ikan karena keadaan laut kurang bersahabat, sebagian nelayan di pesisir pantai mulai beralih untuk menangkap lobster di Desa Sungai Raja, Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara, mengingat harga jual cukup tinggi.
Leha, warga Desa Sungai Tabuk, Kecamatan Pantai Lunci mengatakan, saat ini para nelayan lebih banyak menangkap lobster ketimbang melaut yang gelombangnya sedang besar.
“Dari pada berisiko melaut, lebih baik mencari lobster karena saat ini sedang musim,” kata Leha, Selasa (19/07/2016).
Menurutnya, beralihnya nelayan menangkap lobster daripada menangkap ikan laut mengingat apabila pergi melaut harus mengeluarkan modal cukup besar, sementara hasil tangkapan yang didapat saat ini masih belum seberapa atau tidak sesuai target.
“Kalau pergi melaut sekarang ini belum tentu mendapatkan hasil sesuai harapan. Ditambah kondisi laut yang masih tidak menentu. Kalau menangkap lobster biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar, sementara hasil lumayan,” ucap Leha.
Meski demikian, nelayan di pesisir pantai Kabupaten Sukamara berharap agar kondisi laut yang saat ini masih tidak menentu dapat segera berakhir, agar nelayan kembali bisa melaut dengan hasil tangkapan sesuai harapan.
“Karena profesi nelayan memang menangkap ikan dilaut maka nelayan tetap berharap agar bisa bekerja seperti biasa. Kkalau untuk menangkap lobster karena saat musim saja. Jika tidak musim untuk menangkap udang ini cukup sulit” jelasnya.
Jika keadaan air sedang baik, dalam sehari nelayan bisa dapat lobster mencapai lima kilo garam. Namun jika keadaan air tidak baik, nelayan hanya mendapat dua atau tiga kilo gram saja, itupun sudah termasuk banyak mengingat harganya yang tinggi.
“Jika ukurannya besar dan udang masih dalam keadaan hidup akan dibeli dengan harga mencapai harga Rp250 ribu per kilogram. Tetapi jika ukuran kecil dan udang masih mati hanya dibeli dengan haraga Rp200 ribu hingga Rp150 ribu saja.” terangnya.
Agar lobster yang didapat dalam keadaan hidup, biasanya nelayan menangkapnya dengan menggunakan alat tangkap seperti jala dan jaring. (NORHASANAH/m)
Warga Pesisir Pantai di Sukamara Berburu Lobster
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Kalteng Prioritas Penanganan Karhutla, BNPB: Bantuan Luar Negeri untuk Teknologi Pemadaman
Dua Kasus Lakalantas Terjadi saat Kabut Asap Tebal di Sampit, Dua Orang Tewas
Komentar (0)
Memuat komentar…







