JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Luluk Diana Tri Wijayana, atlet angkat besi asal Jawa Timur, tampil mengesankan dan tak terbendung di kategori 49 kilogram putri dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera yang berlangsung di GOR Seramoe, Banda Aceh pada hari Kamis. Pada kompetisi tersebut, Luluk berhasil mencatatkan total angkatan 184 kilogram. Angka ini berasal dari hasil angkatan snatch seberat 84 kilogram dan clean and jerk seberat 100 kilogram, yang memastikan dirinya meraih medali emas. Prestasi yang diraih oleh Luluk ini jauh melampaui pesaing-pesaingnya. Adapun pesaing terdekatnya, Syafira Dwi Puspita dari Jakarta, berhasil mendapatkan medali perak dengan total angkatan 145 kilogram, yang mencakup 65 kilogram pada snatch dan 80 kilogram pada clean and jerk. Di posisi ketiga, medali perunggu diraih oleh Dhea Anisa Nabila dari Kalimantan Barat dengan total angkatan 142 kilogram, terdiri dari 61 kilogram di snatch dan 81 kilogram di clean and jerk. Keberhasilan Luluk menjadi medali emas pertama bagi provinsi Jawa Timur di cabang angkat besi pada PON kali ini. Sebelumnya, pada hari pertama pertandingan, Jatim hanya mendapatkan medali perunggu dari Angga Romansyah di kelas 55 kilogram putra, Lisa Setiawati di kelas 45 kilogram putri, dan Joni Susanto di kelas 61 kilogram putra. Selama pertandingan, Luluk memperlihatkan performa yang sangat baik dengan sukses mengangkat pada ketiga percobaannya dalam snatch pada berat 70 kilogram, 80 kilogram, dan 84 kilogram. Sedangkan dalam clean and jerk, ia berhasil pada dua percobaannya, yaitu 90 kilogram dan 100 kilogram. Setelah berhasil mengangkat 100 kilogram yang sudah mengamankan medalinya, Luluk kemudian mencoba untuk memecahkan rekor PON dengan mengangkat 106 kilogram, tetapi sayangnya gagal dalam percobaan tersebut. Kompetisi angkat besi di kelas 49 kilogram pada PON Aceh-Sumatera 2024 melibatkan delapan kontestan. Selain Luluk, Syafira, dan Dhea, terdapat juga atlet lainnya seperti Erdiah Sonia Rahiimah dari Bengkulu, Jesika Taroci Ellyk dari Nusa Tenggara Timur, Nuraini dari Sumatera Utara, Sausan Qarira dari Aceh, serta Najla Khoirunnisa asal Jawa Barat. ANTARA