BANTEN –
**Borneonews - Tangerang Selatan**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan, Banten, melaporkan bahwa saat ini terdapat 110 kepala keluarga (KK) yang mulai merasakan dampak dari kekeringan yang disebabkan oleh musim kemarau. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang Selatan, Essa Nugraha, menyampaikan informasi ini pada hari Kamis. Ia menjelaskan, jumlah kepala keluarga yang terdampak terletak di wilayah Keranggan, yang merupakan bagian dari Kecamatan Setu di Tangerang Selatan. Menghadapi situasi sulit ini, BPBD Tangerang Selatan telah mengambil langkah untuk membantu warga yang terkena dampak dengan mulai menyalurkan pasokan air. Essa mengungkapkan bahwa penyaluran air ditujukan kepada dua kampung, yakni Kampung Kocak RT 06 RW 02 dan Kampung Keranggan RT 012 RW 005, yang berada di Kelurahan Keranggan. Sebagai respon atas kebutuhan mendesak akan air bersih, BPBD telah memenuhi permintaan warga dengan menjadwalkan distribusi air bersih sebanyak 8.000 liter. Sumber air bersih tersebut berasal dari PDAM Tirta Kerta Raharja di Serpong. Proses pengangkutan air dilakukan menggunakan dua mobil milik Dinas Cipta Karya dan BPBD Kota Tangerang Selatan. Essa Nugraha menegaskan komitmennya untuk segera merespons situasi ini, dengan berusaha sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak. Ia menjelaskan bahwa semua upaya tersebut dilakukan sesuai dengan standar waktu respons dalam penanggulangan bencana. ANTARA