JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Luluk Diana Tri Wijayana, lifter asal Jawa Timur, berhasil menyabet medali emas di cabang angkat besi kelas 49 kilogram putri pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara 2024. Keberhasilan ini terjadi meskipun Luluk sempat menghadapi beberapa tantangan dalam menjalankan program latihannya. Dalam kompetisi yang berlangsung di GOR Seramoe, Banda Aceh, pada hari Kamis lalu, Luluk menunjukkan performa yang sangat mengesankan dengan total angkatan mencapai 184 kilogram. Ia berhasil unggul jauh dari dua pesaingnya, yaitu Shafira Dwi Puspita dari Jakarta yang mencatatkan total angkatan 145 kilogram, dan Dhea Anisa Nabila dari Kalimantan Barat yang meraih 142 kilogram. Usai perlombaan, Luluk mengungkapkan rasa syukur dan kepuasannya. Ia menyatakan, "Untuk pertandingan hari ini alhamdulillah berjalan dengan lancar. Sesuai dengan diharapkan. Dan tadi mencoba untuk pecah rekor PON tapi ternyata belum rezeki, masih harus berlatih lagi." Pernyataan ini menunjukkan komitmennya untuk terus berupaya meskipun hasilnya belum mencapai target yang diinginkan. Dalam penjelasannya, Luluk juga mengungkapkan bahwa ia merasa performanya di hari itu belum maksimal. "Kalau dibilang maksimal, menurut saya pribadi kurang maksimal. Cuma untuk secara tim alhamdulillah bisa di latihan," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa ada sesi latihan yang terlewat, sehingga tidak bisa melakukan latihan dua kali sehari seperti biasanya. "Karena mengikuti jadwal senior-senior, jadi sehari cuma sekali latihan," tambahnya. Pada angkatan *clean and jerk*, Luluk sudah memastikan medali emas dengan angkatan terbaik mencapai 100 kilogram. Dia mencoba untuk memecahkan rekor PON dengan mengangkat 106 kilogram, namun sayangnya percobaan tersebut tidak berhasil. Luluk menegaskan bahwa dukungan penuh dari pelatihnya sangat berperan dalam upayanya untuk memecahkan rekor tersebut. "Sama (memang ingin pecah rekor PON). Dari diri sendiri, pelatih juga mendukung untuk pecah rekor," ungkapnya. Sebagai seorang mahasiswi di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Luluk menunjukkan dedikasi yang tinggi dalam hobinya ini. Dengan usianya yang masih muda, Luluk memiliki potensi besar untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan. Ia pun mengungkapkan kesiapannya jika memang diberikan kesempatan untuk bergabung dalam pemusatan latihan nasional. "Kalau dipanggil untuk berjuang di level internasional, pasti siap dengan dampingan pelatih saya dari kecil," imbuhnya. Persembahan luar biasa Luluk ini menjadi harapan bagi banyak orang, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi dunia angkat besi Indonesia. ANTARA