BENGKULU –
**Borneonews - Kota Bengkulu**, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu menargetkan bahwa pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak Tino Galo (RSTG) yang menganggarkan biaya sebesar Rp17 miliar akan selesai pada akhir tahun 2024. Kepala Dinkes Kota Bengkulu, Joni Haryadi Thabrani, menyatakan bahwa sesuai dengan rencana, proyek fisik RSTG harus sudah mulai dikerjakan tahun ini dan saat ini progresnya telah mencapai 20 persen. Pembangunan RSTG merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Bengkulu untuk menjadikan rumah sakit tersebut sebagai pusat layanan fertilitas, dengan program utama *baby IVF* atau bayi tabung. Melalui layanan ini, mereka bertujuan untuk membantu pasangan yang ingin memiliki anak, tetapi mengalami kesulitan karena masalah medis tertentu, yang dikenal sebagai infertilitas. Menurut Joni, rumah sakit ini diharapkan akan menjadi salah satu rujukan utama bagi masyarakat yang ingin mendapatkan keturunan. "RSTG ini lebih fokus pada layanan kesehatan ibu dan anak," imbuhnya. Bangunan baru RSTG diharapkan dapat memenuhi berbagai kebutuhan pelayanan kesehatan, termasuk ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang radiologi, ruang perawatan inap, laboratorium, dan farmasi yang terintegrasi, serta dapat mendukung kebutuhan lainnya dalam memberikan layanan kepada pasien. Direktur RSTG Kota Bengkulu, drg Fitri Tiarsari Adriarti, menjelaskan bahwa dana sebesar Rp17 miliar tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik. Anggaran ini akan digunakan untuk membangun empat gedung, meliputi gedung untuk instalasi gawat darurat, gedung perawatan, gedung penunjang, dan gedung sarana. Lokasi pembangunan RSTG terletak di bekas Terminal Sungai Hitam di Kota Bengkulu, sedangkan gedung lama saat ini tidak difungsikan untuk pelayanan. Selain itu, pihaknya juga berencana untuk menambah alat kesehatan, menggunakan dana dari DAK fisik. Namun, sampai saat ini, belum ada penambahan tenaga kerja, dan mereka masih mengandalkan 92 tenaga kesehatan yang sudah ada untuk mengoptimalkan pelayanan di rumah sakit tersebut. ANTARA