SEMARANG –
**Borneonews - Pekalongan**, Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, memberikan peringatan kepada warga untuk menggunakan air bersih dengan bijak serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran seiring dengan datangnya musim kemarau. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Aprilianto Dwi Purnomo, pada acara resmi di Pekalongan. Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (*BMKG*), sejumlah wilayah telah memasuki fase awal musim kemarau dan sedang beranjak menuju puncak musim, yang dapat berdampak pada kondisi kekeringan meteorologis. Aprilianto menekankan bahwa meski saat ini Kota Pekalongan belum mengalami kekurangan air, sebaiknya masyarakat tetap waspada serta bijak dalam memanfaatkan sumber air bersih. Ia memprediksi bahwa musim kemarau akan berlangsung hingga November 2024. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tidak lengah dalam menghadapi potensi kekeringan yang mungkin terjadi. Beberapa kelurahan yang berada dalam kategori rawan kekurangan air bersih meliputi Kelurahan Panjang Wetan, Panjang Baru, Kandang Panjang, Padukuhan Kraton, dan Pasirkratonkramat. Aprilianto menjelaskan, ketahanan air di kelurahan-kelurahan tersebut terganggu karena banyak sumur rumah tangga yang terintrusi oleh air laut, serta ketergantungan pada Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (*Pamsimas*) yang mengalami penurunan volume air. Sebagai langkah antisipasi bencana kekeringan, pihaknya telah berkoordinasi dengan perusahaan daerah air minum untuk memastikan pasokan air bersih tersedia, terutama jika terjadi krisis. "Kami siap siaga dengan personel dan perlengkapan guna membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah-wilayah rawan," ungkapnya. Di samping itu, Aprilianto juga mengingatkan bahwa musim kemarau seringkali meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan maupun kebakaran tumpukan sampah. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, fenomena kekeringan dan kebakaran sampah menjadi fokus utama perhatian dan sosialisasi kepada masyarakat. Melalui langkah-langkah yang diambil, pemerintah berharap agar masyarakat dapat lebih berhati-hati dan bijaksana dalam menggunakan air bersih dan menjaga lingkungan agar tetap aman selama musim kemarau ini. ANTARA