BATAM –
**Borneonews - Batam**, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah resmi memberangkatkan 106 atlet untuk mengikuti ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang akan digelar di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Seremoni pelepasan ini diselenggarakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepri. Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kepri, Adi Prihantara, yang dalam sambutannya mengungkapkan harapannya agar para atlet dapat memberikan penampilan terbaik dan meraih hasil yang membanggakan, sesuai dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya. “Kita bersama-sama melepas para pahlawan olahraga kita menuju PON XXI. Saya berharap semua atlet mampu menunjukkan prestasi terbaik dan mendapatkan hasil yang membanggakan,” ucap Adi di Batam. Ia juga menekankan pentingnya dukungan yang diberikan oleh berbagai pihak dalam persiapan para atlet sebelum berkompetisi. Adi menambahkan, “Kami melepas kalian untuk bertanding di Aceh dan Sumatera Utara. Doa kami menyertai, semoga keberkahan dan kesuksesan selalu menyertai kalian.” Kontingen dari Kepulauan Riau ini terdiri dari 106 atlet, 52 pelatih, 42 ofisial, dan 4 tenaga medis. Para atlet tersebut akan bertanding dalam 82 nomor pertandingan, mencakup 31 cabang olahraga yang telah dipilih. Dari total tersebut, 14 cabang akan dikompetisikan di Aceh, sedangkan 17 cabang lainnya akan digelar di Sumatera Utara. Ketua KONI Provinsi Kepulauan Riau, Usep RS, menyampaikan target ambisius untuk meraih 11 medali emas dalam PON XXI. Cabang olahraga yang diharapkan dapat menyumbangkan medali termasuk *layar*, *ski air*, *biliar*, dan *triathlon*. “Kami telah mempersiapkan para atlet mulai dari Mei hingga Agustus, melalui berbagai tahapan pelatihan, baik latihan intensif maupun tryout. Alhamdulillah, semua atlet telah melewati proses ini dengan baik,” ujar Usep dalam sambutannya. Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama, diiringi harapan besar dari seluruh masyarakat Kepulauan Riau untuk kesuksesan para atlet. Usep mengingatkan agar mereka tetap menjaga kesehatan selama berlaga di PON XXI. ANTARA