JAKARTA –
**Borneonews - Tokyo**, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengadakan perpisahan dalam kunjungan kerjanya yang terakhir di Jepang. Acara tersebut berlangsung dalam kerangka Indonesia-Japan Human Resources Forum 2024 di Tokyo pada hari Kamis. Dalam sambutannya, Ida menyampaikan, "Kehadiran saya di forum *HR* ini mungkin merupakan kesempatan terakhir sebagai menteri ketenagakerjaan." Ucapannya disampaikan di hadapan Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Heri Akhmadi, serta Presiden Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA), Akihiko Tanaka, dan berbagai pemangku kepentingan serta pelaku usaha di sektor ketenagakerjaan dari kedua negara. Ida menekankan bahwa Jepang adalah salah satu negara yang paling sering dia kunjungi dalam menjalankan tugasnya sebagai menteri. Dia menyatakan rasa terima kasihnya kepada pemerintah Jepang serta semua pihak yang terlibat atas kerja sama yang telah terjalin dalam meningkatkan pengembangan ketenagakerjaan selama masa tugasnya. Dalam kesempatan itu, dia juga memberikan apresiasi kepada Dubes Heri Akhmadi yang memberikan perhatian besar terhadap isu-isu ketenagakerjaan, termasuk program pemagangan serta pembinaan pekerja dengan keterampilan khusus (*specified-skilled workers*/SSW). Ida berharap agar kerja sama di bidang ketenagakerjaan antara Indonesia dan Jepang dapat berlanjut dan semakin meningkat. Dia berharap akan ada rekomendasi konkret yang dihasilkan untuk meningkatkan efektivitas pemberdayaan sumber daya manusia. "Kita perlu bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik untuk pengembangan tenaga kerja, serta memperkuat hubungan yang erat antara Indonesia dan Jepang," tuturnya. Kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Jepang di bidang ketenagakerjaan telah berlangsung dalam berbagai bentuk, termasuk melalui Memorandum of Cooperation untuk *specified-skilled workers* (MoC SSW). Kesepakatan ini mencakup penyebaran informasi tentang ketenagakerjaan di Jepang, menciptakan platform untuk bertukar pendapat antara sektor publik dan swasta, serta menyediakan pendidikan dan peningkatan keterampilan bagi para calon pekerja. Sejak tahun 1993, kedua negara telah menjalin kerja sama untuk mengirimkan peserta magang, yang kini mencapai angka 110.000 orang. Selain itu, dari tahun 2019 hingga Juni 2023, sebanyak 25.337 pekerja migran Indonesia di Jepang telah memperoleh status residensi SSW. Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Heri Akhmadi, juga menjelaskan bahwa 75 persen dari total Warga Negara Indonesia (WNI) di Jepang merupakan pekerja migran dan peserta program magang. Pascapandemi, jumlah WNI di Jepang mengalami tren peningkatan, yang menunjukkan pertumbuhan dari sekitar 90.000 pada tahun 2022 menjadi 120.000 pada tahun 2023, dan diperkirakan akan mencapai 150.000 pada tahun ini. Heri Akhmadi menambahkan bahwa saat ini kedua negara sedang menyusun rencana aksi yang mencakup bidang ketenagakerjaan. "Rencana aksi ini akan disepakati dalam waktu dekat. Dengan momentum kemitraan yang ada, diharapkan kita dapat saling mendukung dan bekerja sama lebih baik lagi," tuturnya. ANTARA