DENPASAR –
**Borneonews - Denpasar**, Panasonic Gobel Group mengumumkan langkah strategis untuk memperluas pangsa pasar produk elektronik mereka di Bali. Langkah ini diambil seiring dengan pemulihan yang signifikan di sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi yang positif di Pulau Dewata. Dalam pemaparan di Denpasar, Heru Santoso selaku Wakil Presiden Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia (PGI) menyatakan komitmennya untuk menghadirkan produk yang tidak hanya inovatif tetapi juga dapat diandalkan. "Kami berusaha untuk menciptakan produk-produk yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen dengan baik," ujarnya. Sebagai bagian dari rencana ekspansi ini, Panasonic Gobel Group telah membuka showroom pertama mereka di Bali. Lokasi showroom tersebut ada di Tuban Plaza, Kuta, Kabupaten Badung. Melalui showroom ini, perusahaan berupaya untuk lebih dekat dengan pelanggan dan menawarkan berbagai produk elektronik yang dibutuhkan. Kerja sama antara PGI dan Panasonic Gobel Life Solutions Sales Indonesia juga berjalan lancar. Mereka memasok sejumlah perangkat elektronik yang menyasar pasar bisnis dan pemerintahan, termasuk penyejuk udara, sistem ventilasi, penerangan, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Selain di Bali, PGI juga merencanakan pembukaan showroom di beberapa daerah lain di Indonesia. Tujuannya adalah untuk memberikan pelayanan maksimal kepada konsumen melalui penyediaan barang elektronik, suku cadang, aksesori, dan juga layanan purna jual yang memadai. Heru juga mengharapkan bahwa ekspansi bisnis yang dilakukan dapat turut serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Bali yang menunjukkan tren positif. Data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah ini mencapai 5,98 persen pada triwulan I-2024, meningkat dibandingkan 5,86 persen pada triwulan IV-2023. Pada sektor yang berkaitan dengan penyediaan makanan dan minuman, yang erat dengan sektor pariwisata, berkontribusi besar hingga 20,64 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Bali. Selain itu, Kementerian Perindustrian mencatat bahwa kebutuhan produk elektronik di Indonesia, khususnya *air conditioner*, diperkirakan mencapai sekitar 4,5 juta unit pada tahun 2023. Hal ini sejalan dengan kondisi iklim yang berubah saat memasuki musim panas, sementara pasokan dari industri lokal diprediksi mencapai sekitar 2,6 juta unit. ANTARA