JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Direktur Astra, Henry Tanoto, dalam acara Indonesia International Sustainability Forum 2024 yang berlangsung di Jakarta, mengemukakan pandangan penting terkait dukungan terhadap dekarbonisasi. Henry menegaskan bahwa untuk mencapai tujuan tersebut, teknologi kendaraan harus disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas, kapasitas, serta kebijakan publik yang ada. Henry menjelaskan bahwa fokus pada dekarbonisasi tidak hanya mencakup jenis kendaraan yang digunakan, tetapi juga semua tahap yang terkait, mulai dari proses manufaktur hingga daur ulang kendaraan tersebut. “Kenapa kita perlu menyediakan berbagai teknologi? Kenapa tidak hanya satu jenis teknologi saja? Kami melihat bahwa ada dua alasan utama di balik kebutuhan ini,” ungkapnya. Alasan pertama yang disebutkan adalah kenyataan bahwa setiap negara memiliki kebutuhan dan pola mobilitas yang berbeda. Ia mencatat bahwa satu negara mungkin memiliki kapasitas produksi yang lebih tinggi, sehingga mampu untuk membeli kendaraan yang lebih mahal. Di sisi lain, negara yang lain mungkin memiliki pola mobilitas yang berbeda dan membutuhkan kendaraan yang sesuai, baik itu yang berukuran besar atau kecil. Lebih jauh, ia menyoroti bahwa beberapa negara memiliki infrastruktur yang lebih baik untuk mendukung elektrifikasi. Sementara itu, negara-negara lainnya mungkin masih bergantung pada mobilitas di daerah pedesaan yang belum sepenuhnya terjangkau oleh teknologi baru. Henry juga menambahkan bahwa alasan kedua berkaitan dengan jenis energi yang digunakan di setiap negara. Menurutnya, setiap negara memiliki sumber energi terbarukan yang beragam dan terdapat perbedaan dalam kebijakan terkait sumber energi tersebut. Dengan memberikan berbagai pilihan teknologi kendaraan, Henry berkeyakinan bahwa dekarbonisasi global dapat tercapai lebih cepat. Masyarakat akan memiliki kebebasan untuk memilih teknologi yang paling sesuai dengan konteks dan kebutuhan mereka. Lebih lanjut, saat beragam teknologi diimplementasikan, peralihan menuju mobilitas publik yang lebih ramah lingkungan dapat berlangsung dengan lebih efisien. “Masyarakat dapat memilih mesin biofuel yang efisien, serta opsi hybrid. Mereka juga bisa menggunakan *battery electric vehicle* (BEV) dan bahkan *fuel cell electric vehicle*,” tambahnya. Oleh karena itu, Astra berkomitmen untuk mendukung inisiatif dekarbonisasi dengan menyediakan beragam pilihan teknologi untuk masyarakat. Henry juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antar berbagai pihak, termasuk penyedia kendaraan, penyedia energi, serta regulator, dalam upaya mencapai tujuan tersebut. ANTARA