PALANGKARAYA –
**Borneonews - Palangka Raya**, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali mengadakan acara *Pasar Murah Berkah* yang menyasar penduduk Kota Palangka Raya dan Kabupaten Katingan. Inisiatif ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, menyatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk meringankan beban masyarakat, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok. Ia menekankan betapa pentingnya program ini sebagai upaya pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat sekaligus menekan angka inflasi di wilayah Kalteng. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi di Kalimantan Tengah pada bulan Agustus 2024 tercatat sebesar 1,29 persen (year-on-year). Angka ini menjadikan Kalteng memiliki inflasi terendah di antara daerah lain di Pulau Kalimantan. Sebagai perbandingan, inflasi di Kalimantan Barat sebesar 1,47 persen, Kalimantan Utara 1,59 persen, Kalimantan Selatan 1,71 persen, dan Kalimantan Timur mencapai 2,13 persen. Edy Pratowo menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya menjaga daya beli masyarakat dan mengontrol tingkat inflasi. Salah satu upaya nyata dalam hal ini adalah melalui penyelenggaraan *Pasar Murah Berkah* yang dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng. "Pasar Murah Berkah ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah kepada masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi yang ada. Kami berharap melalui kegiatan ini, kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau," ujarnya. Untuk lokasi pelaksanaan di Palangka Raya, *Pasar Murah Berkah* diadakan di halaman Kantor Kecamatan Bukit Batu. Sedangkan untuk wilayah Katingan, kegiatan ini berlangsung di halaman Masjid Ainul Yaqin di Kasongan. Masing-masing lokasi telah disediakan sebanyak 500 paket sembako yang akan dibagikan secara langsung kepada masyarakat yang telah terdaftar sebagai penerima bantuan. Setiap paket sembako berisi berbagai kebutuhan pokok, mulai dari beras hingga minyak goreng. Paket tersebut telah disubsidi sehingga masyarakat hanya perlu menebusnya dengan biaya sebesar Rp20 ribu. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat memperoleh akses kepada bahan pokok dengan harga yang lebih bersahabat. ANTARA