**Borneonews - Sorong**, Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) di Provinsi Papua Barat Daya sedang melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan penyerapan anggaran dalam program dan kegiatan pembangunan pada triwulan III tahun 2024.
Sekretaris Bapperida Provinsi Papua Barat Daya, Fransiskus Krimadi, menyampaikan penjelasan di Sorong, bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menilai sejauh mana implementasi anggaran di setiap OPD sesuai dengan perencanaan program pembangunan yang telah ditetapkan. Ia menekankan pentingnya memastikan data realisasi keuangan dari program kerja pembangunan yang dijalankan oleh masing-masing OPD.
Fransiskus juga mengungkapkan, dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan pemantauan langsung ke lapangan untuk mengamati realisasi anggaran dalam proyek pembangunan fisik. "Kita tidak hanya akan duduk dan melakukan evaluasi, tetapi juga akan turun langsung ke lapangan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan sesuai dengan program kerja yang telah ditetapkan oleh masing-masing OPD," terangnya.
Hasil dari proses monitoring dan evaluasi ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menyusun perencanaan ke depan, khususnya dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) perubahan. "Hasil evaluasi ini akan kami sampaikan kepada pimpinan untuk menunjukkan OPD mana yang telah konsisten dalam melaksanakan program sesuai dengan rencana yang telah dibuat," tambahnya.
Fransiskus juga menegaskan komitmennya untuk segera menyelesaikan proses monitoring dan evaluasi progres pembangunan triwulan III, karena hasil dari evaluasi ini sangat berpengaruh terhadap penyusunan RKPD perubahan mendatang. "Kami berharap bahwa hasil dari monitoring dan evaluasi ini dapat segera dikompilasi untuk mendukung RKPD perubahan Provinsi Papua Barat Daya," ujarnya.
ANTARA
Bapperida Papua Barat Daya Lakukan Evaluasi Program Pembangunan
Bagikan:

MANOKWARI –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Investor Pasar Modal Kobar Tembus 32.800, Transaksi Saham Naik Jadi Rp20,16 Miliar
Edy Pratowo Imbau Masyarakat Jaga Kesehatan dan Hindari Pembakaran Lahan
Bupati Seruyan Tekankan Ketahanan Pangan dan Harga Sembako Terjangkau
Ekonomi Palangka Raya Terganggu Akibat Karhutla Berkepanjangan
Balai Bahasa Kalteng Gelar Webinar Etnisitas dan Ekologi Bahasa, Hadirkan Pakar Malaysia
Petani Rakumpit Gagal Panen Akibat Diserang Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







