JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) mengungkapkan kekhawatiran mengenai adanya pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan nama NU untuk merusak semangat persaudaraan dan toleransi yang selama ini dijunjung tinggi di Indonesia. Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, mengemukakan bahwa seruan aksi yang diterbitkan oleh BEM PTNU secara serentak di seluruh Nusantara merupakan tindakan intoleran. Ia menegaskan pentingnya untuk membatalkan aksi tersebut dan tidak mengaitkannya dengan nama NU. "Unjuk rasa yang mengusung sikap anti toleransi jelas bukan representasi dari jati diri NU, dan bertentangan dengan nilai-nilai akhlak yang dijunjung oleh organisasi kami," ujarnya. Pernyataan Saifullah muncul sebagai tanggapan terhadap beredarnya pamflet yang mengajak untuk melakukan demonstrasi menolak Misa yang akan dipimpin oleh Paus Fransiskus di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Koordinator aksi, Wahyu al Fajri, dicatat sebagai pihak yang mengorganisir kegiatan tersebut. Saifullah menjelaskan bahwa setelah melakukan penelusuran, kelompok yang mengatasnamakan BEM PTNU tidak memiliki kejelasan dalam struktur organisasi mereka. Ia menegaskan bahwa mereka tidak pernah melakukan koordinasi dengan Lembaga Perguruan Tinggi NU (LPTNU) yang menjadi payung bagi seluruh institusi pendidikan nahdliyin di Indonesia. "LPTNU juga tidak menjalin hubungan formal dengan organisasi ini," ungkap Saifullah. Oleh karena itu, ia mendesak pihak kepolisian untuk mengambil tindakan tegas jika kelompok tersebut tetap bersikeras melaksanakan unjuk rasa. Lebih lanjut, Saifullah menegaskan, "Agenda mereka sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai yang dipegang oleh mahasiswa di lingkungan PTNU, yang selalu mengedepankan sikap toleransi." Dalam sebuah pernyataan terpisah, Presiden Nasional BEM PTNU, Achmad Baha'ur Rifqi, menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam penerbitan pamflet bernada anti toleransi yang beredar melalui aplikasi pesan *WhatsApp*. Ia menyatakan bahwa pamflet tersebut berasal dari oknum yang tidak bertanggung jawab dan memiliki niat untuk memecah belah umat. "Itu bukan berasal dari kami, melainkan dari kelompok yang tidak memiliki pengakuan resmi dari PBNU," sambung Rifqi. Rifqi menekankan bahwa BEM PTNU selalu berpegang pada nilai-nilai yang sejalan dengan PBNU, yang mengedepankan upaya pelestarian persaudaraan dan kedamaian antarumat beragama. Ia juga menyerukan kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berita yang tidak benar dan mengajak semua pihak untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjaga perdamaian di dunia. "BEM PTNU Se-Nusantara akan selalu berkomitmen untuk mendukung segala upaya negara dalam menciptakan kedamaian," tutupnya. ANTARA