JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Calon Gubernur DKI Jakarta Ridwan Kamil (RK) memberikan tanggapan terkait penolakan dukungan yang diterimanya dari sebagian warga dalam rangka Pemilihan Gubernur 2024. Fenomena ini, yang terjadi di Jakarta Utara dalam waktu dekat, dianggapnya sebagai suatu bentuk keindahan dalam berdemokrasi. Ridwan Kamil yang sebelumnya menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat menyatakan bahwa ia menerima semua tanggapan dari masyarakat dengan sikap terbuka. Menurutnya, setiap pendapat yang muncul merupakan bagian integral dari proses demokrasi yang harus dihargai. "Saya tidak merasa ada masalah dengan penolakan ini. Saat saya hadir di suatu acara setelah diundang, jika ada penolakan, itu berarti saya tidak akan berada di podium. Kehadiran pendukung di sisi lain adalah bagian dari keindahan demokrasi itu sendiri," ujarnya dalam pernyataan saat ditemui di Jakarta. Mantan Gubernur Jawa Barat ini juga menekankan bahwa ekspresi dukungan maupun penolakan dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk. Hal ini bisa dilakukan melalui cara-cara yang berbeda, seperti mengangkat tangan, meneriakkan pendapat, hingga membuat spanduk. Dengan pengalaman dua kali menjalani pemilihan umum, Ridwan menganggap situasi tersebut sudah biasa baginya. Ia menerima itu semua dengan lapang dada dan mengapresiasi ekspresi masyarakat, baik dukungan maupun penolakan. "Saya sudah melewati dua kali pemilihan yang serupa. Oleh karena itu, saya tidak merasa terganggu dengan hal ini. Saya menghargai setiap ekspresi dari masyarakat," tambahnya. Lebih lanjut, menanggapi penolakan yang datang dari kelompok pendukung Jakmania, Ridwan menyatakan komitmennya untuk mencintai kelompok tersebut jika terpilih sebagai Gubernur Jakarta di masa mendatang. Ia juga memahami jika saat ini Jakmania belum siap menerima kedatangannya. "Saya sebagai pendatang baru di Jakarta tentu fokus untuk memahami lebih dalam tentang kota ini. Kesempatan untuk bertemu dengan mereka pasti akan saya ambil. Bagi saya, semua pertemuan adalah peluang belajar sebagai calon gubernur. Saya menyadari bahwa pengetahuan saya masih terbatas, dan oleh karena itu, saya ingin memperbanyak silaturahmi untuk menangkap harapan serta aspirasi masyarakat," tutup Ridwan Kamil. ANTARA