BENGKULU –
**Borneonews - Mukomuko**, Pemerintah Kabupaten Mukomuko, yang terletak di Provinsi Bengkulu, tengah menyusun rencana strategis untuk mengubah pasar mingguan yang berada di Desa Lubuk Sanai III menjadi pasar harian. Rencana ini mencakup penggabungan dengan pasar pagi yang berlokasi di Desa Lubuk Sanai I. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Mukomuko, Nurdiana, menyatakan bahwa pemerintah daerah saat ini aktif melakukan komunikasi dengan berbagai pihak terkait. Upaya ini bertujuan untuk merealisasikan ide pengubahan fungsi pasar tersebut dari mingguan menjadi harian. Nurdiana menambahkan, Pemkab Mukomuko, melalui Sekretaris Daerah dan para asistennya, telah mengundang Kepala Desa Lubuk Sanai I dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Pertemuan ini diharapkan dapat memberikan kesempatan untuk membicarakan penggabungan pasar pagi dengan pasar mingguan yang ada, sehingga di dapatkan pasar harian yang lebih efektif. Lebih lanjut, Nurdiana menjelaskan bahwa pasar pagi di Desa Lubuk Sanai I saat ini dianggap tidak layak untuk beroperasi sebagai pasar harian. Beberapa faktor yang mempengaruhi penilaian tersebut antara lain ukuran lokasi yang terlalu kecil, keberadaan dekat dengan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD), dan juga kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Selain itu, keberadaan pasar saat ini ditengarai dapat menurunkan pendapatan asli daerah. Hal ini disebabkan operasional pasar yang tidak memiliki izin resmi serta mengakibatkan gangguan pada arus lalu lintas. Pemkab Mukomuko sebenarnya sudah lama berencana untuk memindahkan pasar pagi tersebut. Namun, upaya tersebut menemui kendala, karena para pedagang menolak untuk dipindahkan ke lokasi baru. Nurdiana menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya memfasilitasi dialog antara berbagai pihak yang terlibat, termasuk Kepala Desa Lubuk Sanai I dan Desa Lubuk Sanai III, untuk mencapai kesepakatan mengenai pemindahan pasar. Saat ini, Kabupaten Mukomuko hanya memiliki satu pasar harian, yang berada di Desa Pulai Payung, Kecamatan Ipuh. Transformasi pasar mingguan menjadi pasar harian juga erat kaitannya dengan kondisi inflasi yang dihadapi daerah ini, terutama di Kecamatan Ipuh, yang mencatat tingkat inflasi yang cukup tinggi. Dengan adanya pasar harian yang baru, diharapkan ada data harga yang dapat dielaborasi dari berbagai wilayah di luar Kecamatan Ipuh. Hal ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk membantu mengendalikan inflasi di Kabupaten Mukomuko. Pemkab juga berkomitmen untuk melibatkan tokoh masyarakat setempat dalam proses pendekatan kepada para pedagang dan pihak terkait lainnya demi kelancaran rencana ini. ANTARA