PONTIANAK –
**Borneonews - Pontianak**, Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau yang lebih dikenal sebagai Bank Kalbar, saat ini berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis mereka. Dalam upaya tersebut, bank ini memberikan kesempatan kepada 1.000 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di Kota Pontianak untuk memperoleh izin usaha tanpa biaya. Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan akses layanan perizinan bagi pelaku UMKM. Dengan adanya program ini, diharapkan lebih banyak pelaku usaha mikro dapat mengakses permodalan yang diperlukan, sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang. "Kami ingin agar UMKM dapat fokus pada pengembangan usaha mereka tanpa terbebani oleh berbagai urusan administratif," ungkapnya. Penjabat Wali Kota Pontianak, Ani Sofian, memberikan sambutan positif dan mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah kota dan Bank Kalbar dalam menyelenggarakan program ini. Ia menambahkan, "Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga bimbingan kepada pelaku UMKM. Dengan demikian, mereka akan lebih mudah memenuhi syarat-syarat dan melalui proses yang diperlukan untuk mendapatkan izin usaha." Sofian juga menyoroti pentingnya keberadaan UMKM dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Kota Pontianak. Melalui program ini, diharapkan proses perizinan bagi pelaku UMKM bisa menjadi lebih cepat dan efisien, sehingga mereka dapat berkontribusi lebih besar terhadap kesejahteraan masyarakat. Lebih lanjut, Ani Sofian menyebutkan bahwa dukungan yang diberikan kepada pelaku UMKM akan berdampak positif. Pertama, dengan memiliki izin usaha, UMKM dapat beroperasi secara sah dan menghindari risiko masalah hukum di kemudian hari. Kedua, jika pelaku UMKM memahami proses perizinan dengan baik, mereka akan semakin percaya diri dalam menjalankan bisnis dan dapat berkontribusi lebih signifikan terhadap perekonomian lokal. Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan UMKM. Mereka akan berusaha menciptakan iklim usaha yang kondusif serta menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan oleh pelaku UMKM agar dapat beroperasi dengan lebih optimal. ANTARA