BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Pangkalpinang**, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah menyalurkan santunan sejumlah Rp813.634.460 kepada ahli waris dari seorang pekerja perkebunan kelapa sawit yang merupakan peserta jaminan perlindungan sosial dan telah meninggal dunia. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pangkalpinang, Abdul Shoheh, menyampaikan rasa duka cita atas kepergian Puskas Gianto. Ia berharap bahwa santunan yang diserahkan dapat membantu mengurangi beban serta memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga yang ditinggalkan. Dalam penyaluran santunan tersebut, pihak BPJS Ketenagakerjaan memberikan beberapa komponen, termasuk santunan kematian, santunan akibat kecelakaan kerja, jaminan pensiun tahunan, serta beasiswa pendidikan untuk dua anak dari almarhum. Zainudin, selaku Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan, menjelaskan bahwa pemberian santunan ini merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam melindungi tenaga kerja di Indonesia. BPJS Ketenagakerjaan merupakan sebuah program strategis nasional yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sekaligus mencegah terjadinya kemiskinan. Hingga saat ini, total penyaluran manfaat yang telah diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan di Bangka Belitung telah mencapai lebih dari Rp327 miliar. Menurut Zainudin, nilai ini berkontribusi signifikan bagi pergerakan ekonomi di wilayah tersebut. Lebih lanjut, Zainudin menekankan bahwa program BPJS Ketenagakerjaan memiliki tiga manfaat utama. Pertama, memberikan perlindungan bagi tenaga kerja jika terjadi kecelakaan kerja atau kematian. Kedua, mendorong pemberdayaan masyarakat, yang memungkinkan ahli waris untuk memanfaatkan santunan guna memulai usaha baru. Ketiga, memastikan keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak penerima santunan, di mana biaya pendidikan mereka akan ditanggung hingga tingkat perguruan tinggi. Pada acara tersebut, Fornita Agustina, ahli waris Puskas Gianto, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada BPJS Ketenagakerjaan. Ia menyatakan bahwa program jaminan ini sangat membantu masyarakat, terutama melalui jaminan pendidikan bagi anak-anak peserta. "Suami saya sudah menjadi anggota BPJS sejak 2002. Dengan adanya program ini, ketika menghadapi risiko seperti kehilangan, kami mendapatkan jaminan pendidikan untuk anak-anak kami," ucapnya dengan haru. ANTARA