**Borneonews - Batam**, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam, yang berlokasi di Kepulauan Riau, telah meningkatkan pengawasan di pintu-pintu masuk internasional. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mencegah penyebaran wabah *Monkeypox* (Mpox) ke wilayah tersebut.
Kepala KKP Kelas I Batam, Ahmad Hidayat, menyatakan pada hari Kamis bahwa peningkatan koordinasi dengan berbagai pemangku kebijakan sangat penting untuk menjamin kesehatan dan keamanan penumpang yang tiba dari luar negeri. Pengawasan serta tindakan pencegahan di lokasi-lokasi perbatasan internasional menuju Batam akan diperketat.
Ahmad menegaskan bahwa meskipun *Mpox* telah kembali ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC), belum ada kasus yang dilaporkan di Batam. Meskipun demikian, mereka tetap berada dalam keadaan waspada dan melakukan langkah-langkah pengawasan di berbagai sektor.
Ia juga mengungkapkan bahwa koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai instansi, termasuk Dinas Kesehatan, rumah sakit rujukan, laboratorium kesehatan masyarakat, serta pengelola pelabuhan dan bandara. Selain itu, instansi imigrasi dan bea cukai turut dilibatkan untuk memperkuat pengawasan di pintu-pintu masuk tersebut.
Melalui berbagai upaya pencegahan yang dilakukan, Ahmad berharap bahwa Kota Batam akan tetap dapat mempertahankan status bebas dari *Mpox*, meskipun situasi PHEIC telah diumumkan oleh WHO. "Kami telah memasang thermal scanner di bandara dan pelabuhan, yang berfungsi untuk mendeteksi penumpang yang mungkin menunjukkan gejala *Mpox*. Ini merupakan salah satu strategi pencegahan yang kami terapkan untuk menjaga keamanan Batam dari penyebaran penyakit ini," tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses evaluasi atau *self-assessment* bagi penumpang dilaksanakan melalui portal Satu Sehat Health Pass (SSHP) dari Kementerian Kesehatan. Ini bertujuan untuk melakukan skrining kesehatan secara menyeluruh yang diperlukan.
"Kami juga telah berkolaborasi dengan Bandara Hang Nadim dan maskapai penerbangan untuk memastikan bahwa semua penumpang yang tiba dari luar negeri menjalani skrining kesehatan yang ketat," katanya.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sejak tahun 2023 hingga Agustus 2024, total jumlah kasus *Mpox* di Indonesia tercatat mencapai 88 kasus. Di tahun 2023, jumlah kasus tertinggi tercatat sebanyak 73 pasien terkonfirmasi, sementara di tahun 2024, jumlah yang terkonfirmasi mencapai 14 kasus.
ANTARA
Pengawasan Pintu Masuk Internasional Ditingkatkan untuk Cegah Mpox di Batam
Bagikan:

BATAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Marc Marquez Raih Pole Position MotoGP Australia 2026
Karhutla Kalteng Capai 6.952 Kejadian dan Lebih dari 20 Ribu Hektare Terbakar
PSMS Bertekad Kembali ke Jalur Kemenangan Saat Menjamu PSIS
Polsek Katingan Hulu Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Pasar Tumbang Sanamang
Puluhan Calon Jamaah Umrah Terpaksa Naik Kapal Dampak Terganggunya Penerbangan di Kobar
Kemenhub: Seluruh Penumpang dan Awak Pesawat Asian One Selamat
Komentar (0)
Memuat komentar…







