BORNEONEWS, Buntok - Masyarakat Barito Selatan (Barsel) khususnya yang berdomisili di daerah  aliran sungai (DAS) Barito mengeluhkan kenaikan tarif angkutan sungai di wilayahnya.

Pantauan media ini, sejak pertengahan Ramadan hingga pasca Idul Fitri ini, semua angkutan sungai, seperti speed boat, dan perahu bermotor masih sarat penumpang. Hal yang demikian tentu manjadi rezeki besar bagi para pemilik angkutan tersebut. Namun kenyataannya, hal itu juga tidak jarang menjadi keluhan bagi sejumlah penumpang, karena saat ini tarif angkutannya naik.

"Sekarang tarif angkutan sungai naik sekitar  Rp20 ribu bahkan sampai Rp30 ribu dari harga tiket yang biasanya dijual sebelum lebaran," ungkap Helmi Yunani, 40, warga Pendang kepada Borneonews,  Salasa (19/7/2016).

Ia menerangkan, sejak harga bahan bakar minyak (BBM) diturunkan oleh pemerintah pada beberapa waktu lalu, mestinya semua angkutan baik darat dan sungai juga ikut diturunkan.

"Saya tahu, kalau angkutan darat memang diturunkan, sejak harga BBM turun. Tapi kenapa angkutan sungai di tempat kita ini tidak turut diturunkan dan sekarang malah dinaikkan lagi," keluhnya.

Sementara seorang penjual tiket speed boat di Pasar Lama Buntok, Ifit Gambus, 43, mengatakan, kenaikan harga tiket pada semua angkutan sungai itu berdasarkan hasil rapat Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap).

“Saya tidak bisa berkomentar banyak, karena kenaikan tarif angkutan ini sudah sesuai hasil rapat Gapsdap," ujarnya.

Setiap jurusan menuju sejumlah desa di wilayah Barsel ini, terang Ifit, naik antara Rp20.000 hingga Rp30.000 per tiket sekali berangkat.

Ia mengakui,  untuk tiket speed boat dari Buntok menuju Pendang yang sebelumnya Rp61 ribu kini naik menjadi Rp 81 ribu. Demikian pula untuk tiket jurusan Buntok-Tarusan, dari tarif Rp81.000 kini menjadi Rp101.000.

“Sedangkan untuk tiket Buntok menuju Mangkatip, pada waktu sebelumnya  Rp111.000, sekarang naik menjadi Rp141.000. Begitu juga untuk jurusan Buntok-Jenamas, dari tarif  Rp121.000 menjadi Rp151.000,” pungkasnya. (LAILY MANSYUR/m)