JAKARTA –
**Borneonews - Bogor,** Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Mohammed Rycko Amelza Dahniel, menegaskan bahwa Paguyuban Anti Teror Indonesia (PATI) berfungsi sebagai platform untuk meningkatkan wawasan kebangsaan, keagamaan, dan kewirausahaan. Dalam pengantar acara silaturahmi yang berlangsung di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaga saling melindungi di antara anggota agar tidak terjerumus dalam ideologi kekerasan. Komjen Pol. Rycko mengungkapkan, "Kami baru menyadari ada di antara rekan-rekan mitra deradikalisasi yang belum mengetahui tentang paguyuban ini." PATI didirikan pada pertengahan Juli 2024 sebagai lembaga yang mewadahi para tokoh antiterorisme Indonesia dan yang memiliki badan hukum. Pembentukan paguyuban ini lahir dari kebutuhan untuk menyatukan berbagai mitra deradikalisasi yang saat ini tersebar di berbagai daerah. BNPT berkomitmen agar mitra deradikalisasi berperan sebagai agen perubahan dalam masyarakat. Oleh karena itu, sosialisasi mengenai pembentukan PATI menjadi salah satu agenda penting dalam kesempatan ini. Selain itu, silaturahmi kebangsaan juga bertujuan untuk memperkenalkan yayasan-yayasan yang berada di bawah pengawasan BNPT dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Komjen Pol. Rycko menjelaskan bahwa organisasi-organisasi tersebut bertujuan untuk membangun pemberdayaan dalam sektor-sektor seperti kewirausahaan, ekonomi, dan pendidikan. Kegiatan ini tidak hanya difokuskan pada sosialisasi, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan komunikasi, kebersamaan, dan pemahaman antar belas mitra deradikalisasi. "Kegiatan silaturahmi ini juga berfungsi untuk mendata kebutuhan guna meningkatkan kesejahteraan mitra deradikalisasi, dengan perhatian khusus pada pendidikan anak-anak dari mereka," jelasnya. Dalam kesempatan yang sama, salah satu mitra deradikalisasi, Nasir Abbas, memberikan apresiasinya terhadap inisiatif BNPT menggelar silaturahmi kebangsaan. Ia mencatat, aktivitas yang diadakan oleh BNPT ini memberikan kesempatan kepada mitra-mitra deradikalisasi yang jarang berkumpul untuk berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi. Nasir berharap BNPT terus memberikan dukungan dan solusi, terutama terkait masalah pekerjaan, bagi mitra deradikalisasi yang sedang berjuang. "Hubungan antara BNPT dan kami sebagai mitra deradikalisasi selama ini terjalin dengan baik. Kami berharap BNPT lebih sering berkunjung dan memperhatikan kehidupan para mantan narapidana terorisme," ungkapnya. Silaturahmi Kebangsaan BNPT bersama Mitra Deradikalisasi se-Jabodetabek mengambil tema *Menghargai Perbedaan, Mengukuhkan Persatuan dalam Toleransi*. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 3 hingga 5 September 2024 dan dihadiri oleh 53 mitra deradikalisasi dari wilayah Jabodetabek. ANTARA