MANADO –
**Borneonews - Manado**, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Ulu Siau yang berada di Sulawesi Utara, meluncurkan program pengembangan kemandirian berupa keterampilan perbengkelan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan bekal yang memadai bagi WBP dalam menjalani kehidupan pascamasa hukuman mereka. Kepala Lapas Ulu Siau, Stady Umboh, menyatakan bahwa program ini adalah bagian dari usaha pembinaan yang lebih luas untuk meningkatkan keterampilan serta mempersiapkan WBP agar mampu beradaptasi setelah mereka keluar dari penjara. Menurutnya, kegiatan perbengkelan ini mendapatkan perhatian khusus karena keterampilan yang diperoleh menjadi sangat penting bagi reintegrasi sosial mereka. Sebelum terjun dalam kegiatan ini, para WBP telah mengikuti pelatihan mendalam serta pembelajaran mandiri yang telah difasilitasi oleh pihak Lapas. Dengan program ini, diharapkan para WBP dapat menguasai kemampuan yang bermanfaat, sehingga mereka dapat berkontribusi secara positif kepada masyarakat setelah menyelesaikan masa hukuman mereka. Stady Umboh menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi penting dalam upaya rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi WBP. Program perbengkelan yang berlangsung di Lapas Ulu Siau juga mencakup pelatihan berbagai keterampilan teknis, seperti perbaikan mesin dan perawatan kendaraan, serta keterampilan mekanik lainnya. Kepala Lapas tersebut berharap bahwa melalui kegiatan ini, para WBP tidak hanya memperoleh keterampilan teknis yang diperlukan, tetapi juga membangun mentalitas yang kuat untuk beradaptasi dengan kehidupan setelah menjalani hukuman. Lebih lanjut, Stady Umboh menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen dari Lapas Ulu Siau demi memberikan pelayanan yang terbaik dan memberikan kesempatan bagi setiap WBP untuk berubah menjadi individu yang lebih baik. Kegiatan kemandirian ini juga dipantau secara langsung oleh Kepala Seksi Pembinaan Lapas Ulu Siau, Wawan Kuswanda. Dalam pemantauan tersebut, Wawan Kuswanda berdialog dengan para WBP untuk mendengarkan pengalaman mereka selama mengikuti pelatihan. Pertemuan ini bertujuan untuk memberikan motivasi tambahan agar para WBP tetap semangat dalam mengembangkan keterampilan yang telah mereka pelajari. ANTARA