BORNEONEWS, Sampit - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran menegaskan bahwa upaya pengentasan stunting harus dimulai dengan memerangi kemiskinan.
“Kita sama-sama mendengar pentingnya memberantas stunting di Indonesia, khususnya di Kateng. Untuk itu, harapan saya sebagai gubernur tidak lain adalah agar kita bersinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota. Yang paling utama adalah komitmen dan tekad untuk menganggarkan dari APBD, baik dari provinsi maupun kabupaten/kota. Percuma kalau kita berbicara stunting tetapi anggarannya tidak ada," kata Sugianto.
Hal itu ia sampaikan saat membuka peringatan Hari Keluarga Nasional ke-31, Hari Anak Nasional ke-40 dan Temu Kerja Tim Percepatan Penurunan Stunting se-Kalteng di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis, 5 September 2024.
Ia menekankan, pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, serta kabupaten/kota di Kalimantan Tengah untuk menghadapi tantangan stunting.
Sugianto menjelaskan, sejak dirinya memimpin Kalteng, anggaran daerah telah ditingkatkan secara signifikan. Pada tahun 2024, APBD Kalteng untuk penanganan stunting mencapai hampir Rp924 miliar, termasuk untuk kesehatan, pembangunan rumah sakit, dan pengembangan sumber daya manusia. Namun, fokus utama dalam upaya memberantas stunting adalah memerangi kemiskinan yang menjadi akar masalah.
--page
"Memerangi kemiskinan sangat penting, karena akar dari stunting sering kali melekat pada kemiskinan. Banyak anak-anak yang tidak mampu melanjutkan pendidikan akibat kondisi ekonomi keluarga mereka. Dari data yang kami miliki, hanya sekitar 30 persen lulusan SMA di Kalteng yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Sisanya banyak yang tidak kuliah, dan ada juga yang menikah setelah lulus SMA karena faktor ekonomi," paparnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih Prabowo Subianto atas kebijakan pemerintah dalam memberikan makanan gratis untuk pemenuhan nutrisi dan gizi bagi anak-anak di Kalimantan Tengah. Ia menegaskan bahwa meskipun kebijakan ini sempat menuai pro dan kontra, program ini dinilai bermanfaat untuk anak-anak di Kalteng.
“Ini adalah kesuksesan pemerintah untuk memastikan anak-anak Kalimantan Tengah mendapatkan nutrisi yang baik. Kami berharap, dengan kebijakan ini, generasi Kalimantan Tengah bisa tumbuh sehat dan bebas dari stunting,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









