BORNEONEWS, Sampit - Kantor Cabang Pegadaian di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyediakan dana Rp21 miliar untuk memenuhi kebutuhan nasabahnya.
Kepala Cabang Pegadaian Sampit Martono mengatakan pada 2016 ini dana yang disediakan lebih tinggi dibandingkan pada 2015. Ini agar nasabah yang membutuhkan jasa Pegadaian lebih bisa terpenuhi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp18 miliar.
“Saat ini kami menyediakan dana Rp21 miliar. Dana tersbeut hingga kini sudah tersalurkan kepada nasabah sekitar 70%,” ujar Martono.
Memang secara normal, penyaluran dana kepada nasabah di Pegadaian Sampit mengalami peningkatan cukup besar. Pada 2015 lalu dana hanya tersalurkan Rp18 miliar, sedangkan hingga bulan Juli 2016 ini sudah mencapai Rp17,5 miliar.
Untuk barang jaminan yang masih berada di kantor cabang mencapai 2900 potong. Hal itu memang mengalami penurunan dibanding sebelum lebaran Idul Fitri, karena sejumlah nasabah sudah banyak yang menebus kembali barangnya tersebut.
Sementara, usai lebaran ini Pegadaian di Kota Sampit masih terbilang sepi. Namun sedikit mulai ada peningkatan gadai dari masyarakat. Dan hal itu memang sudah tren dari tahun-ke tahun, apalagi saat ini sudah memasuki tahun ajaran baru.
“Peningkatan gadai hanya sedikit, namun lebih tinggi 10 persen dari hari biasanya,” ungkap Martono.
Martono juga menjelaskan, untuk tingkat gadai akan lebih meningkat menjelang akhir tahun, sekitar November hingga Desember. Ini terjadi karena bertepatan dengan hari Natal, dan juga para kontraktor di daerah ini tutup buku. Sehingga banyak dari mereka yang menggadaikan barangnya ke Kantor Pegadaian.
“DIlihat dari tahun-tahun sebelumnya, bulan-bulan tersebutlah banyak masyarakat menggadaikan barangnya,” kata Martono. (MH)








