BANTEN –
**Borneonews - Rangkasbitung**, Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan berhasil menemukan jasad seorang nelayan asal Kabupaten Lebak yang hilang akibat diterjang ombak besar di Pantai Goa Sangir, kawasan Sawarna, pada hari Senin, 2 September 2024, lalu. Proses pencarian telah berlangsung selama empat hari sebelum jasad korban ditemukan. Jasad korban bernama Hamid, berusia 38 tahun, merupakan seorang nelayan yang menjadi warga Sawarna, Lebak. Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, menyampaikan bahwa jasad Hamid telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk keperluan pemakaman. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan resmi yang dikeluarkan di Rangkasbitung, pada hari Kamis. Tim SAR gabungan yang terlibat dalam pencarian ini terdiri dari berbagai institusi, termasuk Basarnas Banten, Balawista, TNI, Polri, BPBD Lebak, serta relawan dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI). Dalam upaya pencarian, tim membagi diri menjadi tiga Satuan Tugas (SRU) untuk meningkatkan efektivitas usaha mereka. SRU 1 bertugas mencari korban menggunakan perahu nelayan dengan jarak pencarian sejauh 5 kilometer dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU 2 melakukan penyisiran area darat yang dimulai dari Pantai Goa Langir menuju ke arah timur dan barat dengan jarak 3 kilometer. Selain itu, SRU 3 berperan dalam melakukan koordinasi dengan warga setempat dan nelayan. Dari upaya dan koordinasi yang dilakukan, tim SAR gabungan menemukan jasad Hamid pada pukul 13.00 WIB dalam keadaan sudah meninggal dunia. Dengan teridentifikasinya korban, Al Amrad menyarankan agar operasi pencarian dan pertolongan ini ditutup dan semua unsur yang terlibat dapat kembali ke kesatuan masing-masing. ANTARA