**Borneonews - Barito Kuala**, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Selatan telah mengambil langkah proaktif dengan mengirimkan tim *rescue* untuk memantau kehadiran beruang madu di Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala. Satwa liar ini diketahui muncul untuk ketiga kalinya di kawasan permukiman warga setempat.
Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, saat dihubungi di Banjarmasin, menjelaskan bahwa laporan mengenai penampakan beruang madu ini diterima dari pihak kecamatan. Dalam laporan yang terakhir, masyarakat melaporkan penemuan beruang madu pada hari Selasa, tanggal 3 September, di area permukiman penduduk.
Agus mengungkapkan bahwa saat ini mereka menduga terdapat satu ekor beruang madu yang masih berkliaran bebas di sekitarnya. Ini menandai laporan ketiga terkait keberadaan satwa tersebut di lokasi yang sama, setelah dua laporan sebelumnya pada bulan Januari dan Juni, di mana proses evakuasi tidak berhasil dilaksanakan.
Dalam upaya mengatasi masalah ini, BKSDA Kalsel telah mengerahkan enam anggota tim *rescue* yang berada di lokasi untuk memantau aktivitas beruang madu dengan lebih seksama di sekitar Kuripan. Agus menambahkan bahwa mereka juga telah memasang kandang jebak dan menyiapkan peralatan medis, termasuk senjata bius untuk menangani situasi tersebut secara profesional.
Sejauh ini, BKSDA Kalsel telah berhasil mengevakuasi tiga ekor beruang madu dari tiga lokasi berbeda, antara lain dari Kecamatan Margasari di Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tanah Laut, dan Kabupaten Tapin. Beruang beruang ini saat ini ditempatkan di kandang transit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Agus Krisna menjelaskan bahwa kehadiran beruang madu di permukiman warga dapat disebabkan oleh sejumlah faktor. Ini termasuk kurangnya pakan di habitat alami mereka, gangguan yang disebabkan oleh aktivitas manusia, serta berkurangnya luas habitat akibat berbagai faktor lingkungan. Ia juga mengemukakan kemungkinan bahwa kawasan tersebut merupakan jalur jelajah yang biasa dilalui oleh beruang madu.
Dia mengingatkan agar perlu dilakukan kajian lebih mendalam mengenai daya dukung habitat beruang madu di Kabupaten Barito Kuala. Hal ini penting untuk menilai apakah kawasan tersebut masih layak sebagai tempat tinggal bagi satwa liar tersebut.
Agus juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada BKSDA Kalsel atau aparat setempat ketika melihat beruang madu atau satwa liar lainnya yang muncul di permukiman atau tempat umum. Ia berharap seluruh pihak berkontribusi dalam usaha menjaga kelestarian satwa liar dan habitatnya dengan tidak memburu, tidak memperjualbelikan, dan tidak memelihara satwa liar.
ANTARA
BKSDA Kalsel Terjunkan Tim Agar Beruang Madu Tidak Mengganggu Warga
Bagikan:

BANJARMASIN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Gol Menit Akhir Dianulir VAR, Juventus Ditahan Rennes 2-2
Kompleks Pasar Tumbang Sanamang Katingan Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah
Kalteng Perlu Waspada Kekeringan hingga Awal 2027, BNPB Siapkan Mitigasi El Nino
Kabut Asap, Kecelakaan Menewaskan Dua Pengendara di Sudirman Km 9 Sampit
Menteri UMKM: Ojol Bisa Akses KUR untuk Beli Motor dan Modal Usaha
Akademisi Soroti Kemarau Panjang dan Lahan Gambut dalam Karhutla Kalteng
Komentar (0)
Memuat komentar…







