BORNEONEWS, Gunung Mas - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Ristawarti T Alang menyatakan, pihaknya menyesalkan rencana pembatalan dua proyek di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Gumas. Padahal realisasi kedua proyek tersebut sangat diharapkan olah masyarakat.

“Kita sesalkan adanya pembatalan proyek yang sudah dianggarkan pada 2016,” kata Ristawati kepada wartawan melalui sambungan telepon seluler, Selasa (19/7/2016) pagi.

Menurut dia, harus proyek yang telah dianggarkan jangan sampai dibatalkan. Mengingat perencanaan telah dilakukan sehingga dianggarkan pada 2016. Terlebih, kalangan DPRD juga telah mendesak supaya pelelangan proyek bisa dilakukan pada awal tahun. Sehingga bisa cepat dikerjakan dan tidak terburu-buru diakhir tahun.

“Bila pihak Dinas PU beralasan waktu pengerjaan proyek sudah tidak cukup lagi, kan anggaran mulai Januri. Harusnya saat anggaran mulai berjalan, dokumen-dokumen untuk pelelangan cepat dipersiapkan. Sehingga cepat dilakukan pelelangan dan pekerjaan di lapangan,” cetus politisi Partai Demokrat itu.

Menurut Ristawati, salah satu proyek yang dibatalkan adalah proyek jembatan yang menghubungkan jalan kabupaten dengan Desa Putat Durei, Kecamatan Manuhing Raya. Padahal masyarakat berharap jembatan bisa dibangun dan selesai tahun ini. Sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk transportasi.

“Masyarakat sangat memerlukan jembatan untuk penyebrangan dan berharap bisa dibangun tahun ini juga,” katanya.

Seperti diketahui, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kabupaten Gumas Harpaseno mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menyampaikan nota pertimbangan untuk Bupati Gumas, terkait pembatalan proyek jembatan gantung di Putat Durei dan pembangunan saluran irigasi di Tumbang Jutuh, Kecamatan Rungan.

“Proyek tersebut akan dibatalkan karena waktu pekerjaan tidak memungkinkan lagi di 2016 ini. Pekerjan proyek dilakukan pada 2017,” terang Harpaseno kepada wartawan, Senin (18/7/2016).

Dia menjelaskan, untuk jembatan gantung di Putat Durei direncanakan dengan bentang 40 meter dan jembatan pendekat masing-masing 22,5 meter. Sementara bahan yang diperlukan untuk pembangunan jembatan banyak dari luar daerah.

”Kita harapkan masyarakat supaya bersabar menunggu pembangunan jembatan pada 2017,” pungkasnya. (EPRA SENTOSA/m)