JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga, menyoroti betapa krusialnya dukungan dari orang tua dan keluarga bagi korban kekerasan seksual dalam proses pemulihan psikologis mereka. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa keluarga, sebagai orang terdekat bagi para korban, memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan *support* pada saat-saat sulit ini. Bintang Puspayoga menjelaskan bahwa komunikasi yang terbuka antara keluarga dan korban harus diperkuat. Keluarga diharapkan tidak menghakimi atau menyalahkan anak karena mereka mungkin tidak merasa nyaman untuk menceritakan pengalaman traumatik yang mereka alami. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Puspayoga dalam keterangan resmi saat kunjungannya ke lokasi korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang guru ngaji di Purwakarta, Jawa Barat. Lebih lanjut, Menteri Puspayoga mengungkapkan bahwa relasi kuasa antara pelaku dan korban sering kali menjadi faktor penghalang bagi korban untuk bersuara. Apresiasi juga diberikan kepada aparatur penegak hukum yang telah berkomitmen untuk mengawal kasus ini hingga saat ini. Mengenai proses hukum, ia menyatakan, "Kami menghormati keputusan hakim dalam kasus kekerasan seksual yang terjadi di Purwakarta. Namun, jika putusan ini dirasa belum memuaskan, pihak korban dapat mengajukan banding, dan KemenPPPA akan siap mendukung proses tersebut." Selain itu, Menteri Puspayoga memberikan penghargaan kepada perangkat desa dan masyarakat yang berperan aktif dalam mengungkap kasus kekerasan tersebut. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan peka terhadap lingkungan sekitar, mengingat kasus kekerasan terhadap anak seringkali melibatkan pelaku dari kalangan terdekat. Menteri Puspayoga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak-anak. Ia juga mengingatkan agar stigma negatif terhadap korban dan keluarga dihindari, sehingga semua pihak dapat bekerja sama untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. ANTARA