BORNEONEWS, Pulang Pisau - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pulang Pisau menggelar Pertemuan Advokasi dan Sosialisasi Mobilisasi Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) filariasis, di aula Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, Selasa (19/7/2016).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo serta dihadiri oleh para pelaku kepentingan, di antaranya para camat, kepala puskesmas, pustu di seluruh Kabupaten Pulang Pisau.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau Muliyanto Budiharjo mengatakan, kegiatan pertemuan advokasi ini dalam upaya mencegah penyebaran penyakit Filariasis.

“Dengan dilaksanakan kegiayan ini minimal para pemerintah di kecamatan, petugas kesehatan kita dapat menyampaikan kepada masyarakat akan pentingnya pencegahan penyebaran penyakit ini, karena penyakit ini tidak dapat diobati namun dapat dicegah,” ujar Kepala Dinkes.

Dia mengatakan dalam kegiatan ini para pelaku kepentingan akan terbekali dan mengetahui mengenai penyakit filariasis beserta pola penyebaran dan cara pencegahannya.

Menurut Mul, filariasis merupakan penyakit yang dampak jangka panjangnya adalah menyebabkan pembengkakan pada bagian tubuh tertentu karena tersumbatnya saluran limfa oleh cacing filaria. Penyebaran penyakit ini bisa juga dibawa oleh nyamuk.

Menurutnya, semua jenis nyamuk dapat menjadi pembawa parasit, jadi pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan membunuh cacing yang telah berada didalam tubuh dengan meminum obat yang dapat membunuh cacing filaria tersebut. Menurutnya hal tersebut kata dia sangat penting sekali untuk disampaikan kepada masyarakat.

“Hingga saat ini kita baru menemukan sekitar tujuh kasus, dan kita mengaharapkan penyebaran penyakit tersebut tidak meluas dengan dilakukan antisipasi lebih dini,” terangnya.

Mualianto juga mengatakan, selain obat upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari diri dari gigitan nyamuk vektor, di antaranya dengan menggunakan kelambu sewaktu tidur, menutupi ventilasi rumah dengan kawat kassa, menggunakan obat nyamuk semprot atau bakar untuk mengusir nyamuk serta menggunakan pelindung diri atau obat oles anti nyamuk.

Sedangkan upaya memberantas nyamuk dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan, mebersihkan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan air yang tergenang. Sementara minum obat dapat dilakukan untuk pencegahan. (JAMES DONNY/m)