MANOKWARI –
**Borneonews - Teminabuan**, Badan Pusat Statistik (BPS) Sorong Selatan (Sorsel), yang terletak di Papua Barat Daya, telah melaksanakan sosialisasi program *desa cinta statistik* di Kampung Keyen. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengumpulan dan penggunaan data statistik dalam perencanaan pembangunan daerah. Kepala BPS Sorsel, Eliza Izaac Pattikawa, menjelaskan bahwa inisiatif ini bukanlah program baru. Sejak tahun 2020, program ini telah dilaksanakan guna mendorong pembangunan yang berbasis pada data yang akurat dan terpercaya. Menurut Eliza, pembangunan dimulai dari tingkat desa dan memerlukan perhatian dari berbagai pihak. Salah satu perhatian utama adalah ketersediaan data yang memadai di seluruh tingkatan pemerintahan, mulai dari desa hingga kabupaten. Eliza menekankan, data merupakan komponen esensial yang berpengaruh terhadap proses pengambilan keputusan dalam suatu wilayah. Ia menggarisbawahi arti penting dari *desa cinta statistik*, yang menuntut agar desa berfungsi sebagai penyedia data yang akurat. Desa tidak hanya dipandang sebagai tempat tinggal warga, tetapi juga sebagai sumber informasi yang krusial dalam perencanaan pembangunan yang efektif. Di sisi lain, Bupati Sorsel, Samsudin Anggiluli, menyoroti peran penting desa dalam pengelolaan statistik berdasar pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 mengenai Satu Data Indonesia (SDI). Hal ini mengukuhkan posisi pemerintah desa sebagai penyelenggara kegiatan statistik di wilayah masing-masing. Bupati menekankan bahwa desa kini bertransformasi dari objek pembangunan menjadi subjek, yang berfungsi sebagai ujung tombak dalam proses pembangunan di daerah. Melalui program ini, diharapkan desa-desa dapat berperan aktif dalam pengumpulan dan penyajian data statistik, yang pada gilirannya akan mempengaruhi keberhasilan pembangunan berkelanjutan di Sorong Selatan. ANTARA