JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, mengungkapkan bahwa Deklarasi Bersama Istiqlal 2024 akan diimplementasikan melalui serangkaian program konkret di masa mendatang. Menurut Nasaruddin, pihaknya telah berbicara kepada Romo mengenai pentingnya melanjutkan momentum ini. “Deklarasi ini jangan hanya berhenti di sini. Kita perlu menindaklanjutinya dengan berbagai inisiatif *action* yang nyata dalam waktu dekat,” ujarnya. Nasaruddin meyakini, jika pelaksanaan deklarasi tersebut dilakukan dengan tulus dan niat baik, maka akan menghilangkan sekat-sekat yang selama ini memisahkan antar umat beragama. Pada kesempatan yang sama, Paus Fransiskus dan Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut menandatangani Deklarasi Bersama Istiqlal 2024 dengan tema "Meneguhkan Kerukunan Umat Beragama untuk Kemanusiaan". Acara penandatanganan berlangsung dalam Pertemuan Lintas Agama yang diselenggarakan di Masjid Istiqlal, Jakarta. Deklarasi ini mengandung seruan untuk meningkatkan nilai-nilai yang dijunjung oleh setiap tradisi agama, guna mengatasi budaya kekerasan dan ketidakpedulian yang tengah melanda masyarakat global. Selain itu, dokumen ini menekankan pentingnya kolaborasi antara para pemimpin agama dalam menanggulangi berbagai krisis. Mereka diminta untuk mengidentifikasi penyebab dari masalah tersebut dan mengambil tindakan yang sesuai. Lebih lanjut, deklarasi menegaskan bahwa dialog antar umat beragama harus diakui sebagai sarana efektif untuk menyelesaikan konflik baik yang bersifat lokal, regional, maupun internasional. Ini terutama berlaku untuk konflik yang sering kali dipicu oleh penyalahgunaan ajaran agama. Sebagai penutup, dokumen tersebut mengimbau semua individu agar mengambil langkah tegas dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya, sehingga dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang. ANTARA