**Borneonews - Tanjungpinang**, Balai Karantina Kesehatan (BKK) di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, telah melaksanakan pemeriksaan suhu tubuh terhadap penumpang yang tiba dari luar negeri di terminal internasional Pelabuhan Sri Bintan Pura. Langkah ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus *Monkey Pox* (MPox) yang merupakan penyebab cacar monyet.
Kepala BKK Tanjungpinang, Robert Maison Saragih, menegaskan bahwa seluruh penumpang dari luar negeri diwajibkan untuk menjalani pemeriksaan suhu tubuh sebelum memasuki daerah tersebut. Proses pemeriksaan ini dilakukan menggunakan alat pemindaian otomatis atau *thermal scanner* yang terletak strategis di dekat pintu kedatangan terminal internasional.
Setelah tiba, penumpang akan langsung diarahkan oleh petugas BKK untuk melakukan pengecekan suhu tubuh. Petugas yang bertanggung jawab mengenakan perlindungan berupa masker dan sarung tangan selama proses pemeriksaan. "Apabila suhu tubuh terdeteksi di atas 37,5 derajat Celsius, penumpang tersebut akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut," jelas Robert.
Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa waktu yang lalu, petugas BKK menjumpai seorang penumpang yang menunjukkan suhu tubuh di atas batas normal. Dalam situasi tersebut, petugas segera menanyakan riwayat perjalanan luar negeri selama 21 hari terakhir dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan ada tidaknya ruam pada kulit penumpang tersebut. "Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata penumpang itu hanya mengalami demam biasa, dan hingga saat ini tidak ada indikasi penumpang terpapar *Monkey Pox*," tambahnya.
Selain di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura, BKK Tanjungpinang juga menugaskan petugas di Bandara Raja Haji Fisabilillah dan pelabuhan Bandar Bentan Telani yang terletak di kawasan pariwisata Lagoi, Kabupaten Bintan. Dalam upaya penanganan yang lebih efektif, BKK telah berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang untuk menyediakan rumah sakit rujukan jika ditemukan penumpang yang terindikasi terpapar virus MPox.
Menurut informasi dari Robert, rumah sakit yang ditunjuk di Bintan adalah Rumah Sakit Busung, sedangkan di Tanjungpinang adalah RSUD Raja Ahmad Tabib. Ia menjamin bahwa hingga saat ini, di Provinsi Kepulauan Riau hanya terdapat satu kasus cacar monyet, dan itu pun merupakan kasus lama yang terjadi pada tahun 2023. Untuk tahun 2024, tidak ada penambahan kasus baru yang dilaporkan.
"Sudah kami verifikasi bahwa kasus tersebut adalah kasus lama. Apabila tidak salah, yang terinfeksi adalah seorang pegawai *laundry*, dan kini sudah dinyatakan sembuh," ungkap Robert. Penekanan terhadap pentingnya deteksi dini ini diharapkan dapat menjaga masyarakat dari potensi penyebaran virus berbahaya.
ANTARA
Kewaspadaan BKK Tanjungpinang Cegah Penyebaran Monkey Pox
Bagikan:

BATAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Komentar (0)
Memuat komentar…







