PULANG PISAU –

BORNEONEWS,Pulang Pisau - Di tengah Kota Pulang Pisau, tepatnya di jalan Abel Gawei Rei 2, terlihat deretan sawah dengan tanaman padi yang pengelolaannya masih menggunakan alat tradisional. 

Sana berusia 56 tahun, salah satu petani yang masih konsisten menggunakan alat pertanian tradisional. Sawah yang dikelolanya, bukanlah sawah miliknya melainkan milik orang lain yang disewa dalam 1 tahun Rp 500.000.

"Saya sebenarnya orang barabai, sudah 7 tahun tinggal di pondok di area persawahan ini, mengadu nasib, bertani di sini, di pondok ini kami tinggal ber 5, beserta anak menantu cucu dan suami," kata Sana, Kamis, 5 September 2024.

Dari luas sawah 32 x 120 meter persegi, lanjut Sana hasil yang di dapat tidak banyak, hanya cukup untuk makan, tetapi kalau lagi baik padinya, pernah mendapat hasil 15 blek. 

Sana juga menyampaikan, masih menggunakan alat tradisional Ranggaman dalam memanen padi, karena menurut dia lebih baik, kadang juga pake arit. 

Sana juga berharap dari pemerintah setempat bisa membantu, memberikan bibit, pupuk dan alat pertanian yang bisa membantu pengelolaan pertaniannya. (RETHA/H)