MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Zudan Arif Fakrulloh, mengajak semua Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berkontribusi aktif dalam pencegahan perundungan atau *bullying* di berbagai lingkungan, agar masyarakat dapat merasa aman. Dalam sebuah webinar KORPRI dengan tema "ASN Lawan Bullying" yang berlangsung secara virtual, ia menekankan bahwa ASN dan anggota KORPRI memiliki tanggung jawab untuk menciptakan suasana yang menyenangkan baik di tempat pendidikan maupun di lingkungan pekerjaan. Zudan menjelaskan bahwa topik mengenai perundungan sangat penting diperbincangkan, mengingat fenomena ini sering muncul baik di dunia pendidikan maupun di tempat kerja. Fenomena perundungan dapat berdampak serius pada kinerja individu dan juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik serta mental. Ia menambahkan bahwa perilaku yang merugikan ini dapat menimpa siapa saja, tanpa memandang jenis kelamin. Zudan menyoroti nyata bahwa banyak waktu dihabiskan oleh ASN di kantor, yang sering kali dianggap sebagai rumah kedua. Bagi para siswa, sekolah adalah tempat di mana mereka menghabiskan sebagian besar waktu, sehingga kasus perundungan berpotensi besar terjadi di sana. Dalam konteks ini, ia menyampaikan keprihatinannya terkait banyak kasus perundungan yang marak dibicarakan di media sosial, terutama di lingkungan pendidikan, seperti sekolah, kampus, bahkan pesantren. Kepala KORPRI ini mengingatkan bahwa banyak laporan di media mencatat perundungan yang dilakukan oleh senior terhadap junior yang sering kali berujung pada tragedi, termasuk kematian. Ini menjadi alasan kuat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman. Masyarakat tidak ingin mendengar kembali berita terkait perundungan yang berujung fatal. Zudan berharap melalui webinar ini, para senior di institusi masing-masing dapat lebih merangkul junior mereka. Tanggung jawab ini mencakup menciptakan atmosfer kerja yang menyenangkan serta menunjang kinerja yang optimal dalam suasana hati yang nyaman. Ia menambahkan bahwa kesadaran batin harus diutamakan dalam upaya ini. Contohnya, dalam lingkup kantor, pemimpin diharapkan bisa menciptakan kebahagiaan bagi bawahan mereka dan melaporkan segala tindakan kekerasan yang terjadi. Sementara itu, junior juga diharapkan untuk menunjukkan rasa hormat kepada senior mereka. Zudan menyampaikan bahwa penting bagi setiap institusi untuk memiliki mekanisme dalam menangani setiap bentuk perundungan dan kekerasan, sekecil apa pun. Pelaporan perlu dilindungi, dan solusi yang tepat harus segera diberikan. Setiap kantor dan sekolah diharapkan menyediakan wadah yang aman bagi individu untuk melaporkan perundungan tanpa rasa takut, termasuk di lingkungan kampus. ANTARA