BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pj Bupati Kapuas Darliansjah, menekankan pentingnya pelaksanaan intervensi penurunan stunting yang berbasis data agar dapat diakses oleh seluruh sektor, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.
Ia juga menggarisbawahi keterlibatan pihak swasta sebagai bagian penting dalam mendukung upaya ini, terutama melalui bantuan nyata bagi masyarakat yang bermasalah gizi dan berisiko stunting.
"Keterlibatan sektor swasta perlu ditingkatkan di wilayah operasional, khususnya bagi masyarakat sekitar, dalam bentuk bantuan nyata untuk mereka yang bermasalah gizi dan berisiko stunting," ujar Darliansjah saat menghadiri kegiatan puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31, Hari Anak Nasional ke-40, serta Temu Kerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) se-Kalimantan Tengah, Kamis, 5 September 2024.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kapuas, Septedy, yang juga Ketua Pelaksana TPPS Kabupaten Kapuas, dalam paparannya menyampaikan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Kapuas pada tahun 2024 telah turun menjadi 14,29 persen.
Penurunan ini cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yang tercatat pada angka 16,20 persen.
"Pada bulan Juni, Kabupaten Kapuas telah melaksanakan intervensi serentak dengan cakupan 100 persen, namun masih ada sekitar 28,16 persen balita yang mengalami masalah gizi dan harus terus diintervensi," jelas Septedy.
Ia menambahkan bahwa proses intervensi masih terus berlanjut dengan memaksimalkan sumber daya yang ada. "Keterlibatan seluruh sektor tetap menjadi tantangan dalam mengimplementasikan Intervensi Spesifik dan Sensitif (ISPS) secara berkelanjutan," pungkasnya. (DODI/H)









